alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Bambang Priyanto, Peraih Emas KSI Guru Fisika

Latihan Bareng Siswa, Juara pun Bareng Siswa

14 Februari 2021, 10: 33: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

Bambang Priyanto

Bambang Priyanto (BAMBANG PRIYANTO FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Bambang Priyanto juga tak mau kalah dengan peserta didiknya. Lewat bimbingannya, peserta didik MA. Matholi'ul Huda Bugel meraih medali di berbagai ajang olimpiade sains. Dirinya pun ikut ambil bagian meraih medali di kategori guru.

M. KHOIRUL ANWAR, Radar Kudus

SENYUM sumringah terpancar dari mimik wajah Bambang Priyanto. Sambil menunjukkan medali dari ajang olimpiade. Bersama para peserta didik yang tergabung dalam Pusat Prestasi Matholi' ia menorehkan prestasi dari berbagai kompetisi dan olimpiade sains.

JUARA: Bambang Priyanto bersama siswanya yang sama sama berprestasi.

JUARA: Bambang Priyanto bersama siswanya yang sama sama berprestasi. (BAMBANG PRIYANTO FOR RADAR KUDUS)

Yang terbaru, di awal tahun ini dua medali berhasil ia raih. Yakni medali emas Kompetisi Sains Indonesia (KSI) bidang guru fisika dan medali perak Olimpiade Numerasi dan Literasi Indonesia (ONLI). Dua ajang itu diikuti selama dua hari berturut-turut secara daring.

"Mumpung ada kesempatan guru MA bisa ikut berpartisipasi. Biasanya sebelum Covid-19 kan olimpiade sains pesertanya khusus guru SMA. Sekarang MA dan SMA bisa ikut. Alhamdulillah dapat medali," ujarnya.

Capaiannya itu dijadikan sebagai motivasi untuk anak didiknya agar terus memacu semangat belajar. Sehingga prestasi pun dapat diraih. Benar saja. Jejak prestasi itu diikuti peserta didik di bawah bimbingannya. Total, peserta didiknya membawa pulang empat medali perak dan sembilan medali perunggu ONLI. Harus bersaing ketat dengan 6.805 peserta dari SMA dan MA terbaik baik negeri maupun swasta seluruh Indonesia.

Disusul perolehan medali di ajang KSI. Pada event KSI 2021 ini peserta didik terbaik Pusat Prestasi Matholi’ dari MA Matholi’ul Huda Bugel Jepara mampu memasukkan dua medali emas, empat medali perak, juga lima medali perunggu.

Bambang berharap keikutsertaannya dalam olimpiade kali ini bisa semakin meningkatkan semangat anak-anak didiknya untuk mengikuti lomba dan meraih prestasi nantinya. Sejak 2011 lalu ia sudah mulai mengumpulkan siswa-siswi pilihan untuk mengikuti ajang olimpiade sains. Namun sifatnya hanya saat mendekati lomba.

Baru 2018 lalu lebih intensif. Mulai penerimaan siswa baru, latihan materi dan latihan soal secara rutin. Tak hanya saat mendekati lomba saja. "Sepekan dua kali peserta didik pilihan kami bina. Berikan materi dari kelas X sampai XII. Baru dikasih latihan-latihan soal. Saya pun ikut belajar sambil membimbing mereka. Jadi dari intensitas latihan itu secara tidak langsung memahami pola-pola soal," ujar pria kelahiran Jepara, 20 Maret 1981 itu.

Setiap pertemuan butuh waktu sekitar satu sampai dua jam. Jam tambahan itu setelah jam pembelajaran selesai. Ia mengaku tidak ada trik khusus dalam menghadapi lomba baik sebagai guru maupun dalam membimbing siswa. "Yang penting tekun dan sering latihan soal," tuturnya. (*)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP