alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Pembunuhan Dalang Anom Subekti

Polisi Dalami Bukti Transfer dari Sumani ke Rekening RSD

13 Februari 2021, 13: 05: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

UNGKAP MISTERI: Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat gelar perkara di Mapolres Rembang.

UNGKAP MISTERI: Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat gelar perkara di Mapolres Rembang. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Kalimat ”sing wis yo wis" menjadi kunci dugaan sementara motif Sumani, tersangka kasus pembunuhan dalang Anom Subekti sekeluarga mengandung unsur dendam. Ke depan, polisi akan lebih intensif memantau di kediaman tersangka. Juga menelusuri lebih lanjut adanya motif ekonomi. Termasuk mendalami bukti transfer dari Sumani ke rekening atas nama RSD.

Kejadian pembunuhan di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang Kota, Rembang, itu terjadi pada 3 Februari antara pukul 21.00-24.00. Di lokasi Sanggar Seni Ongko Joyo itu, ada Anom Subekti, istrinya Tri Purwati, anaknya, dan cucunya. Mereka ditemukan tak bernyawa pada paginya (4/2) oleh pembantu korban.

Dari olah TKP, ditemukan gelas yang terdapat sidik jari. Kemudian, oleh tim laboratorium forensik (labfor) dan indentifikasi, sidik jari tersebut dinyatakan mengarah kepada seorang tamu yang bernama Sumani.

(VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Sumani sempat bertamu sekitar pukul 15.00. Pada malam harinya, dari rekaman CCTV yang berada di sekitar TKP dan keterangan saksi, sekitar pukul 20.40 ia terpantau melintas menuju rumah korban. Sekitar pukul 00.03 terpantau meninggalkan TKP.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, sampai ditetapkan sebagai tersangka, Sumani masih belum mengakui perbutannya. Sebab, belum bisa dimintai keterangan, karena masih menjalani perawatan di ICU RSUD. Akibat percobaan bunuh diri dengan meminum pestisida.

Pihaknya memastikan tidak salah tangkap, karena penetapan tersangka sudah dikuatkan dari barang-barang bukti. ”Penyidik akan melakukan pengembangan. Apakah ada satu atau dua orang lagi. Nanti kami akan sampaikan lagi," ujarnya.

Jika dilihat motif dari awal, ada dugaan unsur dendam karena ada kalimat ”sing wis yo wis". Selain itu, juga ada dugaan tersangka mengambil barang-barang milik korban. ”Patut diduga juga pelaku melakukan pencurian. Hingga saat ini pelaku belum mengakui," katanya.

Sumani diduga mencoba bunuh diri setelah penyidik membawanya untuk dimintai keterangan. ”Waktu itu kami belum memiliki cukup bukti. Jadi hanya dimintai keterangan. Di rumah dia malah melakukan percobaan bunuh diri," imbuhnya.

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Sugito mengatakan, memang ada kalimat ”sing wis yo wis sing penting ojo dibaleni" yang keluar dari Sumani. Memang ada dua saksi yang melihat dan mendengar kalimat itu. ”Adalah (yang mendengarkan kalimat itu). Dari dua saksi," katanya.

Dari kejadian ini, ditemukan beberapa kerugian meterial. Seperti uang tunai Rp 13,1 juta, gelang emas putih, jarum emas, dan cincin emas milik korbanTri Purwati (istri Anom Subekti). Juga sepasang anting milik anak mereka.

Sumani diketahui sempat transfer Rp 8 juta ke rekening atas nama RSD. Disinggung terkait adanya bukti transfer itu, Bambang menyampaikan bahwa masih melakukan pendalaman penyidikan. ”Memang ada keterangan bukti awal bahwa Sumani akan memasukkan uang Rp 8 juta. Kemudian transfer uang itu,” ujarnya.

Berkaitan dengan sosok itu, pihaknya juga belum bisa memberikan keterangan secara gamblang. Hanya, sosok R memang benar ada. ”Ada, Bu R itu ada. Warga Rembang," katanya.

Ditanya tentang komunikasi antara korban dengan tersangka, pihaknya masih mendalami. Berdasarkan keterangan saksi, antara Bekti dan Sumani sudah saling mengenal. ”Komunikasi langsung pada sore hari (saat datang bertamu, Red). Komunikasi itu merangkai bahwa Sumani ini memang kenal dengan korban," jelasnya.

Untuk proses selanjutnya, penyelidikan akan dikembangkan ke arah motif ekonomi. Sebab adanya uang dan barang yang hilang. Namun, diperlukan koordinasi dengan perbankan terkait. Selain itu, pihaknya masih melakukan observasi di tempat kejadian perkara (TKP). Sehingga saat ini TKP masih diberi police line. ”Lebih intensif saya memantau di rumah tersangka," ujarnya.

Rencananya, nantinya akan diterjunkan dokter psikiater untuk mendalami kondisi Sumani sebelum melakukan tindakan dugaan pembunuhan ini.

Darmawan Budhiarto, Kuasa Hukum Sumani mengatakan, status sebagai tersangka sudah ditetapkan kepada kliennya pada 8 Februari. Pada Rabu (10/2) ia mendatangi RSUD untuk menyampaikan sekaligus memberitahukan, bahwa Sumani ditetapkan sebagai tersangka berikut surat penangkapan.

Keesokan harinya, disampaikan surat perintah penangkapan selama 20 hari tahap pertama. Dimulai 11 Februari sampai sekitar awal Maret. Karena masih di ICU, oleh penyidik akhirnya dilakukan pembantaran. Mulai 11 Februari hingga tersangka dinyatakan sembuh. ”Tergantung surat rekomendasi dokter," jelasnya. 

(ks/vah/lin/top/JPR)

 TOP