alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Kenalkan Lurik Troso ke Milenial

13 Februari 2021, 12: 05: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

Ulin Nafiah

Ulin Nafiah (DOK. PRIBADI)

Share this      

ULIN Nafiah, dara asal Kabupaten Jepara bernama ini, tengah sibuk menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dia seorang mahasiswi Jurusan Pendidikan dan Sastra Jawa. Ia juga memiliki kesibukan lain, membuat produk tenun Troso dan lurik. Produk tersebut ia beri nama Bebungah Project.

Ulin Nafiah memang memiliki hobi membuat kerajinan. ”Hobi saya itu adalah crafting,” ungkapnya. Berkat hobinya tersebut, ia saat ini merintis usaha dagang berupa kerajinan tenun Troso dan lurik.

Berdasarkan penuturan gadis asal Keling, Jepara ini, ia telah menekuni dunia kerajinan tenun Troso dan lurik sejak 2017. Ia mengaku menekuni dunia tersebut, karena gemar dengan barang-barang handmade dan etnik. Selain itu, ia memiliki harapan untuk mengenalkan kain tradisional nusantara. ”Khususnya tenun Troso Jepara dan lurik,” kata Ulin kemarin (22/1).

Ia mengisahkan awal mula ia menggeluti dunia kerajinan lurik dan tenun, ketika dia memiliki keinginan membeli totebag etnik. ”Tapi harganya mahal. Akhirnya saya inisiatif membuat sendiri. Pinjem mesin jahit teman,” terangnya.

Dari hasil karyanya itu, banyak teman-temannya yang meminati totebag buatannya. ”Pas dibawa kuliah banyak peminatnya. Akhirnya saya terima pesanan dan dijual dengan harga yang pas dengan kantong mahasiswa,” ujar Ulin.

Dia menjelaskan, saat ini produk yang ia pasarkan beragam. Yakni tote bag, sling bag, pouch, masker, strap masker, gelang, dan anting. ”Saya rencananya mau produksi baju juga,” ungkap gadis kelahiran Jepara, 25 Mei 1998 ini. Ia mengaku omzet yang ia peroleh mencapai Rp 3 juta.

Selama menggeluti dunia fashion etnik, dia mengaku mengalami kisah suka dan duka. Kisah sukanya saat ada kegiatan bazar. Ia senang karena saat itu dapat langsung sharing dengan customer terkait produk yang ia jual. ”Tapi ada juga dukanya. Kalau ada banyak orderan. Karena saat ini masih produksi sendiri. Jadi kadang kewalahan,” ungkap Ulin.

Berkat menggeluti dunia kerajinan etnik itu, saat ini dia memiliki banyak relasi. Ia juga memperoleh ilmu baru. ”Berkat Bebungah Project, selain mendapat ilmu berjualan, saya juga dapat ilmu tentang kesabaran,” ujar Ulin sambil tersenyum. (rom)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP