alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Ambyar
icon featured
Ambyar

Ingin yang Sempurna Malah Merana

13 Februari 2021, 10: 40: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

Ingin yang Sempurna Malah Merana

TIDAK semua pilihan itu tepat. Terkadang apa yang diinginkan malah menjerumuskan. Bahkan berakhir pahit. Seperti halnya yang dialami Tono (nama samaran) dan Jastro (bukan nama sebenarnya).

Dua sahabat ini, memiliki prinsip yang sama dalam memilih pasangan hidup. Mereka berdua ingin punya istri yang cantik, sexy, sekaligus mulus dari atas hingga bawah. Layaknya pemain film.

Sebelum memutuskan dan melangkah jauh, Ramos (nama ganti) sahabat mereka telah memperingatkan. Bahwa tak perlu berpatokan cantik kalau mencari pendamping hidup. Cukup dengan setia dan mengerti keadaan.

Selain itu, kata Ramos, cantik itu bisa dibentuk. Terlebih lagi bengkel kecantikan bisa menyulap wajah. Yang biasa menjadi luar biasa. Namun nasihat itu dihiraukan kedua sahabatnya itu.

Tono dan Jastro akhirnya memutuskan pilihan. Mereka meminang gadis yang sesuai tipenya. Cantik, bahenol, pokoknya sempurna.

Awal-awal pernikahan mereka kondisi rumah tangga mereka berjalan lancar. Hubungan berjalan harmonis. Kemesraan sering ditunjukkan kedua pasangan baru itu.

Berjalannya waktu, tepat satu tahun pernikahan mereka berdua, rumah tangganya mulai retak. Usut punya usut keretakan dipicu tak mampunya suami menuruti keinginan istri. Salah satunya hasrat ingin belanja dan nyalon.

Singkat cerita, bendera putih dikibarkan Tono dan Jastro. Ia tak kuat menahan beban yang dipikulnya. Akhirnya mereka memutuskan untuk pisah selamanya. Maksud hati ingin istri sempurna, malah jadinya merana. 

(ks/gal/lin/top/JPR)

 TOP