alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

SDN 16 Purwodadi Mantap Bersaing dalam Adiwiyata Provinsi

12 Februari 2021, 09: 49: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

PENGHIJAUAN: Kepala SDN 16 Purwodadi bersama siswa menanam pohon di halaman sekolah baru-baru ini.

PENGHIJAUAN: Kepala SDN 16 Purwodadi bersama siswa menanam pohon di halaman sekolah baru-baru ini. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Guru dan siswa SDN 16 Purwodadi siap bersaing dalam lomba adiwiyata tingkat provinsi. Hal itu ditujukan dengan kekompakan warga sekolah mendaur ulang sampah anorganik.

Kepala SDN 16 Purwodadi Slamet Rianto mengatakan, pihaknya sempat menjadi juara III sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Grobogan pada 2018. Di tahun ini, sekolah kembali mengikuti penilaian adiwiyata dan sekolah sehat tingkat provinsi.

”2018 sempat maju ke tingkat provinsi, namun gagal (administrasi). Kemudian kami maju lagi di tahun ini. Semoga kali ini membuahkan hasil yang bagus. Mengingat belajar dari pengalaman yang lalu,” jelasnya.

Program penunjang adiwiyata yang dimiliki SDN 16 Purwodadi pun beragam. Mulai dari pengolahan sampah anorganik yang didaur ulang menjadi barang, seperti pot bunga, tempat pensi, hingga tempat duduk dari ban bekas.

Juga penghijauan di lingkungan sekolah dan budidaya tanaman dengan teknik hidroponik. ”Kami ada bank sampah yang bekerja sama dengan DLH dan pihak luar. Harapan kami sampah tersaring dengan baik,” paparnya.

Tak hanya itu, program lainnya yakni dengan kantin bebas 5P (penyedap rasa, pewarna, pemanis, pengawet dan pengental). Kantin hanya menjual makanan sehat dan menyediakan alat makan yang bisa dicuci. Bukan dari plastik sekali pakai.

”Tak ada bahan pewarna maupun kopi susu, harusnya susu saja malah baik. Karena kopi ada kafein dan membuat stunting. Kemudian mengurangi sampah plastik, anak-anak membawa wadah (makan dan minum) dari rumah,” jelasnya.

Sekolahnya pun kini memiliki lima titik sumur resapan untuk persediaan saat musim kemarau. Kemudian membuat 16 titik biopori. Sedangkan air sisa air wudu dipakai untuk menyiram tanaman.

Pihaknya pun berharap agar sekolah terus bisa meraih prestasi. Prestasi terakhir yang disabet yakni juara III Adiwiyata tingkat Kabupaten Grobogan pada 2018. Kemudian Juara III Hemat Energi pada 2019, Sekolah Sehat pada 2018, dan 2020. Sedangkan tahun ini Adiwiyata maju ke tingkat provinsi. (int/mal)

(ks/int/top/JPR)

 TOP