alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Murid MTs di Pati Bikin Robot Penyemprot Disinfektan

11 Februari 2021, 21: 04: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

INOVASI: Penampakan robot penyemprot disinfektan yang dibuat siswa MTs Manahijul Huda Ngagel.

INOVASI: Penampakan robot penyemprot disinfektan yang dibuat siswa MTs Manahijul Huda Ngagel. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Siswa MTs Manahijul Huda Ngagel, berhasil membuat robot penyemprot disinfektan sebagai pembasmi virus corona. Proyek itu pun berhasil mencuri perhatian dengan meraih juara kedua kontes Madrasah Robotics Competition (MBC) yang digelar Kemenag.

Robot itu diberi nama Truk Rodiva yang merupakan akronim dari robot disinfeksi virus corona. Proyek ini dikerjakan oleh dua siswa. Keduanya adalah Nadinia Kirani Pertiwi dan Mohammad Thorif Globalianazal mereka dibantu seorang guru pembimbing.

Hiqmatun Munawaroh guru pembimbing ekskul robotik mengungkapkan awalnya dua anak didiknya itu mendatanginya lantaran prihatin dengan masa pandemi yang tidak berkesudahan.

(ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

“Pandemi ini kan mereka belajar daring di rumah. Dua anak ini ingin membantu menyeterilisasi sekolah dan bertanya kepada kami untuk berinovasi dengan teknologi,” terang guru yang mengajar IPA ini.

Mendengar keinginan siswanya, Hiqmatun segera mengomunikasikan kepada pihak sekolah dan mengakomodir kebutuhan yang diperlukan. Ia pun terus membimbing dan memantau proses pengerjaan robot, hingga dapat difungsikan dengan baik.

Lantaran dinilai cukup efektif dalam membantu proses penyemprotan disinfektan, robot Truk Rodiva itu pun diikutsertakan dalam lomba Madrasah Robotics Competition (MRC) tingkat nasional di Jakarta yang digelar pada tanggal 1-4 februari 2021 kemarin.

“Dari 250 peserta yang ikut dalam event tersebut. Alhamdulillah, kami menjadi juara 2 best participant kategori creative MRC. Prestasi yang sangat membanggakan karena kami bisa membawa nama Kabupaten Pati di tingkat nasional,” imbuhnya.

Kedepan pihaknya mengaku akan mengembangkan proyek robot itu. Agar semakin baik lagi. Mengingat saat ini teknologinya masih sangat sederhana.

Nadinia Kirani Pertiwi mengungkapkan, pihaknya membutuhkan waktu tiga pekan untuk membuat robot hingga mampu berfungsi maksimal.

“Inovasi robot ini bisa dijalankan secara wireless melalui bluetooth yang dikontrol melalui smartphone. Sehingga semua orang dapat mengoperasikannya dengan mudah,” terang siswi kelas VIII itu.

Tangki robot ciptaannya saat ini berkapasitas 1 liter cairan disinfektan. Namun kedepan pihaknya akan mengupgrade agar bisa muat cairan yang lebih banyak. Sehingga lebih efektif dalam pengoperasiannya.

“Truk Rodiva juga memiliki keunggulan mampu mengontrol jumlah semprotan disinfektan. Untuk baterai kita gunakan yang isi ulang, sehingga cukup dicharge dan tidak perlu beli baterai baru,” tuturnya.

Kepala MTs Manahijul Huda Ngagel, Ahmad Jamiin mengungkapkan, pihaknya bakal mensuport secara penuh anak didiknya agar terus melangkah dalam event robotic ke depan.

“Siswa madrasah kalau bisa pidato, baca kitab maupun Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) itu kan biasa. Tetapi bisa menciptakan teknologi dan robotic itu sangat luar biasabiasa," paparnya. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP