alexametrics
Selasa, 11 May 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Nama Museum “Islam Nusantara” di Lasem Bisa Berubah

11 Februari 2021, 16: 45: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI PEREKAM SEJARAH: Penampakan museum yang dibangun tepat di samping Masjid Jami Lasem, kemarin.

JADI PEREKAM SEJARAH: Penampakan museum yang dibangun tepat di samping Masjid Jami Lasem, kemarin. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Pembangunan museum yang berada di selatan Masjid Jami Lasem sudah mencapai sekitar 70 persen. Kendati saat ini nama yang tertera yakni “Museum Islam Nusantara”, namun nama museum dalam peresmian nanti masih mungkin berubah.

Abdullah Hamid, salah satu pengurus Masjid Jami Lasem menuturkan, pihaknya masih menerima usulan terkait nama museum. Sehingga, nama museum nantinya tidak menimbulkan perdebatan usai diresmikan. ”Usulan yang masuk masih Museum Santri Nusantara dan Museum Islam Nusantara," tuturnya kemarin.

Lebih lanjut Abdullah menuturkan, target penyelesaian sebenarnya empat bulan lagi. Namun, karena terdampak Covid-19, diprediksi target tersebut meleset. Adapun untuk kaligrafi Alquran, hingga kemarin sudah terpasang 60 persen. Sedangkan, atap joglo sebagian belum terpasang.

Baca juga: Seribu Lebih Nakes Gagal Vaksinasi Covid-19, Mengapa Bisa Demikian?

”Atap joglo dengan genteng khusus belum terpasang. Pesanan dari Kudus belum datang,” tambah Abdullah.

Sembari menunggu proses pembangunan fisik, pihaknya juga terus memperluas jejaring antarmuseum di Nusantara dan museum daerah. Selain itu, pihaknya juga membuat narasi koleksi yang saat ini telah tersedia.

”Sekaligus menyusun benang merah sejarah dan budaya. Kami juga pro aktif bersinergi dengan revitalisasi pembangunan Lasem sebagai Kota Pusaka,” paparnya.

Abdullah menyatakan, pembangunan museum tersebut memakai anggaran Rp 2,5 miliar dari Pemprov Jateng dan sisanya merupakan swadaya hasil wakaf produktif.

Diharapkan, museum dengan jendela berukir Alquran 30 juz itu nantinya bisa memberikan manfaat dan khazanah tersendiri bagi masyarakat, khususnya warga Lasem. 

(ks/ful/ali/top/JPR)

 TOP