alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Setahun Daring, Siswa Tak Otomatis Naik Kelas

11 Februari 2021, 16: 30: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

NYARIS SETAHUN NGANGGUR: Ruang kelas salah satu SMP di Rembang pada jam sekolah, kemarin. 

NYARIS SETAHUN NGANGGUR: Ruang kelas salah satu SMP di Rembang pada jam sekolah, kemarin.  (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Sejak pandemi melanda setahun lalu, para siswa lebih banyak belajar jarak jauh atau daring. Metode daring ini tak lantas memuluskan siswa untuk naik kelas. Sekolah memiliki standar penilaian tersendiri untuk kenaikan kelas siswa-siswinya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang Lilik Murdiyatno mengungkapkan kebijakan metode pembelajaran diserahkan kepada sekolah masing-masing dengan mengacu aturan yang ada. Sebab, pihak sekolah dianggap paling mengetahui kondisi para siswanya masing-masing.

”Untuk pembelajaran daring, bergantung sekolah masing-masing. Kalau memang bisa seluruhnya daring ya lebih bagus. Tetapi kalau ada yang harus luring, yang penting tetap menaati protokol kesehatan,” tuturnya kemarin.

Lilik tidak menampik masih ada sekolah yang tidak bisa sepenuhnya bisa menerapkan pembelajaran daring. Antara lain yakni SMP satu atap 2 dan 3 di Kecamatan Sluke. Untuk sekolah-sekolah dengan kondisi serupa, pihak sekolah diperbolehkan kombinasi daring dan luring.

”Misalnya, kalau luring, siswanya menyerahkan tugas ke sekolah. Kalau di SMP Kecamatan Kota, seluruhnya sudah daring,” kata dia.

Meski masih menemui kendala, namun Lilik memastikan tidak seluruh siswa otomatis naik kelas atau lulus. Sebab, tetap ada standar kompetensi yang wajib dicapai setiap siswa. Misalnya, ada tidak mata pelajaran yang tidak memenuhi KKM (kriteria ketuntasan minimal).

Terpisah, Kepala SMPN 1 Lasem Estu Budi Winarni menyatakan ada kriteria khusus untuk kenaikan siswa. Antara lain yakni siswa tidak boleh ada lebih dari dua mata pelajaran yang nilainya kurang dari rapor semester 1 dan 2.

”Maksud nilai kurang itu nilai batas KKM sekolah. Misal KKM sekolah saya 67, maka anak tidak boleh mendapat nilai kurang dari 67 di tiga mapel. Kalau 2 mapel masih naik kelas,” kata dia. 

(ks/ful/ali/top/JPR)

 TOP