alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Dari Hadiah Kado, Jadi Ide Bisnis

11 Februari 2021, 13: 37: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

Rikhadlotul Aisy

Rikhadlotul Aisy (Dok. Pribadi)

Share this      

IDE bisnis bisa bermula dari mana saja. Tak terkecuali, saat membelikan kado untuk teman yang sidang skripsi. Demikian yang dilakukan Rikhadlotul Aisy. Gadis yang kerap disapa Dhotul itu, kini punya brand usaha sendiri. Namanya Kado-Kika. Menyediakan jasa kado berbagai keperluan. Mulai dari kado ulang tahun, wisuda, anniversary, pernikahan, dan untuk momen spesial lainnya. Termasuk melayani pembuatan mahar dan souvenir.

Usaha itu telah berjalan sejak 2017. Awalnya, dia memberikan kado kepada temen-temennya yang sedang ramai menyelesaikan studi. Berupa sidang skripsi. Dari situ ide bisnis muncul. Gadis kelahiran 24 Januari 1996 akhirnya memilih menjadi reseller jasa kado. Terlebih, saat mencoba promosi di sosial media, banyak orang yang tertarik.

Dia mengambil barang dari Kudus dengan supplier yang murah. Dan ini lebih mudah. Karena alamat rumahnya juga di Kota Kretek. Tepatnya di RT 03/RW IV, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus.

Model penjualannya, dia menerapkan preorder. Setelah ada pesanan, baru ambil barang ketika pas pulang. Dan kemudian dipasarkan di Semarang. Dengan harga setempat. Sehingga keuntungannya lumayan. Namun, saat itu dia belum memiliki brand. Dan masih dipromosikan lewat feed akun Instagram pribadi.

Tetapi usahanya sempat tersendat. Karena Desember 2017, perempuan lulusan Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro, terpaksa menjadi admin di perusahaan swasta.”Karena kerja di perusahaan memang sangat sibuk, akhirnya usaha saya tidak jalan,” jelasnya.

Akhirnya, Juli 2018, Dhotul bekerja sesuai bidang keilmuan. Di Universitas AKI Semarang sebagai pustakawan. Dia kembali memiliki waktu yang lebih longgar. Sehingga, usahanya kembali dibangun. Terlebih, masih banyak pesanan yang mampir di akun sosmednya.

Akhirnya dia membuat brand, bernama kado_kika. Sejak saat itu digarap dengan serius. Di antaranya, mencari dan memasarkan produk-produk kado yang lagi trend di pasaran.

Dhotul tak pernah menolak pesanan. “Saya selalu bilang “bisa” setiap ada orang yang order,” tambahnya. Karena menurutnya, semua hal itu bisa dipelajari.  Dan itu bisa menjadi produk baru di kado_kika.

Sejauh ini pembelinya berasal dari berbagai daerah. Terlebih dipasarkan di berbagai lapak online dan aplikasi belanja. Sehingga pelanggan semakin meluas. Hampir tiap hari selalu kirim ke berbagai wilayah di Indonesia. Dari sabang sampai merauke. Bahkan dia kini telah punya reseller. ”Saya punya reseller aktif dari Papua,” terangnya.

Sementara untuk desain, dikerjakan sendiri. Karena punya pengalaman tidak mengenakan. Ketika desain sempat dikerjaknan temennya, customer banyak komplain. “Bukan masalah kurang bagus atau gimana, tapi soal selera customer. Yang tidak semua orang paham,” tambahnya.

Dhotul mengaku, omzet usaha jasa kado tersebut bahkan lebih banyak dibanding gajinya sebagai pustakawan di salah satu kampus swasta di Semarang. “Alhamdulillah saya menikmati perkembangan dan hasilnya,” terangnya.

Bahkan kini ia tak harus muter-muter COD seperti dulu. Tinggal menunggu pesanan “Tinggal nunggu orderan dari aplikasi seperti shopee, tokopedia, dan bukalapak,” tukasnya.

Sementara untuk membagi waktu, ia mengerjakan orderan sepulang kerja. Bahkan, kadang tidak tidur jika deadlinenya pagi. “Kuncinya membagi waktu. Saya tidak pernah membawa pekerjaan kampus ke kos. Atau sebaliknya,” tutupnya. (tos)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP