alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Devi Widuri dan Endah Dwi, Juara I FEF ITB

Beri Bahan Tambahan agar Aman untuk Penderita Hipertensi

09 Februari 2021, 10: 52: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

INOVASI: Devi Widuri Wijayanti dan Endah Dwi Anggraini menunjukkan mie dari latoh hasil penelitian mereka.

INOVASI: Devi Widuri Wijayanti dan Endah Dwi Anggraini menunjukkan mie dari latoh hasil penelitian mereka. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/ RADAR KUDUS)

Share this      

Devi Widuri Wijayanti dan Endah Dwi Anggraini dari MAN 1 Jepara berhasil menjadi juara I lomba Food Engineering Festival (FEF) di ITB akhir 2020. Keduanya membuat mi dari latoh Caulerpa Racemosa. Mi ini aman dikonsumsi penderita hipertensi.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Radar Kudus

RUANG guru di MAN 1 Jepara tampak lengang. Terdapat dua orang guru saja di ruangan tersebut. ”Sebentar ya mas. Kedua siswinya baru selesai mengikuti pembelajaran daring,” ujar Arifia Ika Fakhrina, salah satu guru tersebut.

Dua siswi yang dimaksud itu muncul setelahnya. Mereka adalah Devi Widuri Wijayanti dan Endah Dwi Anggraini. Keduanya ialah siswi kelas XI MAN 1 Jepara.Mereka berdua pula yang baru saja memperoleh prestasi sebagai juara I lomba karya tulis ilmiah nasional FEF ITB akhir tahun kemarin.

Judul karya tulis mereka yaitu ‘Inovasi Mie Instan Caulerpa Racemosa Budidaya Air Payau di Jepara Kaya Antioksidan sebagai Makanan Alternatif bagi Penderita Hipertensi’. Mereka mengaku judul tersebut berdasarkan pilihan pribadi.

Caulerpa Racemosa dikenal masyarakat Jepara sebagai latoh. Sejenis rumput laut. ”Kami memilih itu karena kami kan bosan latoh harus jadi lalapan terus. Lalu kami kan berpikir masak gak bisa diinovasikan selain lalapan. Akhirnya kami pilih membuat mi,” ungkap Devi Widuri.

Namun kompleksitasnya tak berhenti di situ. Mengonsumsi mie tak baik bagi penderita hipertensi. ”Akhirnya kami lengkapi penelitiannya dengan membuat mi namun tetap aman dikonsumsi penderita hipertensi,” ujar Endah Dwi.

Mereka menuturkan selama proses penelitian dibimbing oleh semua guru pelajarannya. Sedangkan untuk proses penulisan karya ilmiah, mereka dibimbing oleh pembimbing utama yaitu Arifia Ika Fakhrina. ”Kami ini sekelas. Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di MAN 1 Jepara,” ungkap Devi Widuri.

Mereka berdua mengaku selama melakukan penelitian sempat merasa putus asa. Untuk mengatasi hal itu, mereka berdua meluangkan waktu dalam sehari untuk refreshing penuh. ”Jadi nyari hari di mana kita bisa bebas. Tidak memikirkan penelitian sama sekali. Lha setelah segar, kerja lagi,” terang Devi.

Devi dan Endah mengaku lomba LKTI yang diikutinya memiliki dua tahapan yaitu seleksi abstrak terlebih dahulu baru dilanjutkan seleksi full paper. ”Seleksi abstrak dilakukan pertengahan hingga akhir Desember 2020. Kalau yang seleksi full paper awal Januari sampai 17 Januari 2021,” ujar mereka saling menimpali.

Mereka mengaku mengikuti lomba tersebut atas inisiatif pribadi. Namun dibantu oleh pihak MAN 1 Jepara.

Selain juara I lomba karya tulis ilmiyah nasional FEF ITB 2020, mereka juga sempat memperoleh juara I tingkat Kabupaten Jepara di bidang yang sama. Mereka melakukan penelitian tentang inovasi setrika anti kebakaran. Judulnya yaitu ‘Inovasi Rancang Bangun Starwar (Setrika Pintar Waspada Resiko Kebakaran). (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP