alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Dewan Nilai Sekolah di Pati Belum Siap Asesmen

07 Februari 2021, 21: 57: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

Muntamah, Komisi D DPRD Kabupaten Pati

Muntamah, Komisi D DPRD Kabupaten Pati (MUNTAMAH FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – DPRD Kabupaten Pati menilai sekolahan belum siap dilakukan Asesmen Nasional (AN) Rabu (3/2). Melihat asesmen ini, suatu hal yang baru. Maka, perlu waktu lebih untuk mempersiapkan diri. Agar kesiapan lebih optimal.

Anggota DPRD Kabupaten Pati Komisi D Muntamah mengatakan, kondisi saat ini memang kondisi yang tidak menentu Rabu (3/2). Semua sektor terdampak, tidak terkecuali sektor pendidikan. AN ini, hal yang baru. Tentunya perlu ditimbang kembali. ”Saya sepakat jika AN ditunda. Karena ini, hal yang baru. Tentunya sekolahan mungkin belum siap. Jadinya, perlu waktu lebih mempersiapkan diri,” katanya.

Persiapan sekolah perlu waktu. Agar bisa lebih optimal dalam melaksanakan asesmen ini. ”Jika dilaksanakan seperti biasa pada Febuari. Tentu sekolahan belum siap. Takutnya asesmen tidak optimal. Maka, perlu diberi waktu untuk persiapan,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, jika Ujian Nasional yang dievaluasi adalah hasil belajar siswa secara individu. Sedangkan AN mengevaluasi, serta memetakan sistem Pendidikan. Asesmen berupa input proses dan output. Bisa dikatakan evaluasi menyeluruh. Maka, pertimbangan yang lebih matang itu perlu. ”Niatnya, memperbaiki sistem evaluasi. Akhirnya lebih memajukan sistem pendidikan. Justru jangan sampai sistem baru ini. Berdampak tidak baik bagi siswa,” ungkapnya.

Terpisah, menurut penuturan Kepala Sekolah SMPN 5 Pati Suhono, pihaknya mengikuti regulasi yang ada. Namun, dirasa masih perlu waktu untuk mempersiapkan asesmen. ”Kami merasa ada keuntungan AN diundur. Yakni, persiapan lebih matang. Selain itu, system juga belum maksimal. Jadi, masih butuh waktu,” tuturnya.

Menilai ini, Kepala Disdik Winarto melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Disdikbud Sariyono menyebutkan, AN untuk SMP harusnya Febuari diundur hingga September. Diundur karena ada Covid – 19 yang meningkat. Namun, pihaknya berharap, tiap sekolahan bisa mengambil kesempatan dari itu. Sekolahan bisa lebih mempersiapkan diri. ”Ini kan mundur asesmennya. Jadi, sekolahan punya waktu lagi. Tentunya, untuk memaksimalkan persiapan. Agar mutu sekolah bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan, sesuai imbauan Kemendikbud, untuk memastikan persiapan asesmen agar lebih baik. Soalnya, saat ini dalam situasi pandemi. ”Protokol kesehatan dan infrastruktur harapannya lebih optimal lagi. Itu, untuk memastikan bahwa prokes itu terjaga,” tambahnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP