alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Kreativitas Warga Nglobo Kelola Sampah

Bahan Didapatkan dari Bank Sampah Desa

04 Februari 2021, 11: 49: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

KREATIF: Para perajin menunjukkan hasil karya suvenir dari sampah di Desa Nglobo, Jiken, kemarin.

KREATIF: Para perajin menunjukkan hasil karya suvenir dari sampah di Desa Nglobo, Jiken, kemarin. (ILHAM FOR RADAR KUDUS)

Share this      

M. Ilham berhasil menyulap sampah jadi nilai mewah. Pernak-pernik yang berhasil dibuatnya rata-rata vas bunga. Sebuah karya daur sampahnya bisa laku Rp 75 ribu.

SAIFUL ANWAR, Radar Kudus

TANGAN-TANGAN pemuda itu begitu tangkas mengecat berbagai pernak-pernik suvenir. Selain vas bunga, ada pula celengan, serta pernak-pernik hiasan meja. Siapa sangka, produk-produk tersebut terbuat dari sampah.

Baca juga: Meninggal dengan Luka Lebam, Empat Korban Dianiaya dengan Benda Tumpul

Adalah Ilham, pengurus Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Desa Nglobo, Jiken, Blora, itu menyulap sejumlah macam sampah menjadi berbagai bentuk suvenir. Sampah-sampah yang dimanfaatkan antara lain bekas gelas plastik mineral dan minuman soft drink.

”Caranya, bekas minuman gelas dan minuman soft drink ditempel dengan kertas. Lalu dilapisi gipsum. Kemudian di-finishing halus. Terus diberi warna dasar sesuai kreasi masing-masing,” tuturnya.

Setelah itu, hasil setengah jadi itu dihias lagi dengan gambar gambar bunga dan kartun.  Sehingga lebih menarik dan menjadi vas bunga yang cukup unik. Dalam satu hari, Ilham bersama rekan-rekannya bisa membuat 10 hingga 15 buah. Tentu, dengan harga yang sangat terjangkau di masyarakat.

Untuk vas bunga dari Aqua gelas ia jual dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Sedangkan suvenir botol bekas dengan air yang ditambah pernak pernik, dijual dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 45 ribu. Tergantung tingkat kesulitannya.

Lalu untuk cermin kaca dari ban bekas bisa mencapai Rp 75 ribu. Sedangkan gantungan kunci dijual relatif murah, hanya seribu hingga lima ribu rupiah.

”Pemasaranya sendiri saat ini kami online dan manual. Bisa sampai Jombang dan kota sekitar Blora. Di BUMDes sendiri ada tempat menjualnya,” terang Ilham.

Ilham mengaku berkerja sama dengan BUMDes setempat. BUMDes yang mengumpulkan sampah melalui bank sampah. Dia mengatakan sudah hampir dua tahunan menggeluti kerajinan limbah ini.

”Pas awal Covid-19 tahun kemarin sempat terhenti beberapa bulan terkendala tidak bisa kirim. Sekarang kami mencoba memulai lagi. Alhamdulillah pesanan sudah mulai lancar,” tukasnya.

Karena produk-produknya yang cukup unik, pemerintah desa setempat merencanakannya menjadi paket wisata edukasi sentra kerajinan tangan dari limbah atau sampah. Sebab, selain kerajinan tersebut, ada pula wisata di kawasan setempat yang berpotensi menjadi wisata menarik.

”Nantinya ada empat wisata. Pertama sentra kerajinan sampah, kedua wisata taman bermain anak anak, wisata air Taman Sor Pring, dan terakhir pemandian air panas untuk terapi,” kata Ilham yang mengaku mendapat penjelasan dari Kepala Desa Nglobo Pudik Harto.

Pemdes bahkan sudah menyiapkan slogan “Wis Wayahe Dolan Nglobo” untuk memberikan semangat kepada warga setempat untuk lebih mengembangkan wisata yang ada. Juga, sekaligus menarik minat pengunjung. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP