alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Ketahuan Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Kepsek di Kudus Ini Disemprit

02 Februari 2021, 16: 55: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

BUDAL KELAS: Siswa kelas V SD 6 Hadipolo keluar ruang kelas usai mengikuti pendalam materi kemarin.

BUDAL KELAS: Siswa kelas V SD 6 Hadipolo keluar ruang kelas usai mengikuti pendalam materi kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Ketahuan menggelar pembelajaran tatap muka, SD 6 Hadipolo disemprit Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Kepala sekolahnya ditegur. Pembelajaran tatap muka pun dihentikan.

Kronologinya berawal saat orangtua siswa mendesak guru untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Alasannya karena anak kesulitan memahami materi bahasa Indonesia melalui daring. Setelah itu disepakati melaksanakan pembelajaran tatap muka. Itu pun hanya setengah jam.

Karena kejadian itu, kepala SD 6 Hadipolo Zaenal Arifin dipanggil Plt Kepala Disdikpora Kudus.

DIBERI PETUAH: Kepala SD 6 Hadipolo Zaenal Arifin (kanan) bersama Plt Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widodo diberi teguran dan pengertian di kantor kemarin.

DIBERI PETUAH: Kepala SD 6 Hadipolo Zaenal Arifin (kanan) bersama Plt Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widodo diberi teguran dan pengertian di kantor kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

”Baru hari ini (red kemarin) siswa datang ke sekolah. Untuk kelas I dan VI ada sesi pemotretan untuk rapot. Tapi, kelas V digilir. Karena siswanya ada 25, yang datang ke sekolah lima-lima. Datang ke sekolah juga atas keluhan orangtua,” terangnya.

Dia mengaku, masuk ke sekolah sekaligus mempersiapkan assesmen kompetensi minimum (AKM). Karena literasi butuh pembahasan lebih dalam. Dia sadar kalau keputusannya keliru. Sebab pembelajaran tatap muka belum diperbolehkan.

Dia mengaku, baru kali ini mengundang siswa ke sekolah. Sebelumnya pembelajarn dilakukan daring. Bahkan guru juga terjadwal sistem work from home (WFH).

Setelah dipanggil dan diberikan pengarahan, Zaenal tidak memasukkan siswanya lagi.

”Kami juga dilemma. Di sisi lain orangtua kesulitan menangani anaknya daring,” tandasnya.

Plt Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widodo mengatakan, sudah masuk pelanggaran. Sudah ada surat edaran tidak boleh tatap muka, masih dilanggar. Pihaknya, memang langsung mengundang kepsek.

”Ini sebagai pembelajaran untuk sekolah lainnya. Apapun alasannya, tetap tidak boleh mendatangkan siswa ke sekolah. Apalagi diberi materi pembelajaran tatap muka. Surat edaran sudah jelas masih saja ada yang melanggar,” ungkapnya.

Harjuna meminta sekolah tidak memasukkan siswa sampai ada aturan baru. Situasi masih menjalani pembatasan kegiatan masyarakat. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah baik SD maupun SMP. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP