alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora
Menikmati Durian Lokal di Pati Raya (5-habis)

Tak Ada Rasa Pahit, Dinamakan Upin-Ipin

24 Januari 2021, 09: 44: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

UNIK: Pengelola kebun menunjukkan buah durian Upin-Ipin di Kebun Durian Pak Nari, Desa Tunjungan, Tunjungan, Blora.

UNIK: Pengelola kebun menunjukkan buah durian Upin-Ipin di Kebun Durian Pak Nari, Desa Tunjungan, Tunjungan, Blora. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

Kabupaten Blora punya durian Upin-Ipin. Warnanya oranye dan rasanya lezat. Lokasinya di Dukuh Nglawungan, Desa Tunjungan, Tunjungan, Blora.

SUBEKAN, Radar Kudus

TAK hanya rasanya yang lezat, nama durian di Blora ini juga unik. Durian Musangking atau biasa disebut durian Upin-Ipin. Warnanya oranye. Rasanya luar biasa. Lezat. Dagingnya lembut, pongge kecil, dan daging tebel. Lebih unggul dibanding durian montong dan bawur.

Bentuk daging durian Ipin-Upin Blora yang memiliki rasa terenak dan sering dicari pembeli.

Bentuk daging durian Ipin-Upin Blora yang memiliki rasa terenak dan sering dicari pembeli. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Ukurannya juga lumayan besar. Satu buah durian bisa mencapai 1,5 kg hingga 3 kg. Bentuk buahnya oval dengan duri yang panjang dan rapat.

Harganya lumayan mahal dibanding jenis durian lain. Per 1 kg dibanderol dengan harga Rp 90 ribu. Sementara durian lainn dijual bijian. Namun, rasanya jangan ditanya. Sekali menyantap, bisa ketagihan.

Baca juga: Tegalarum Warnanya Sebagian Putih, Banjaran Kuning

Baca juga: Durian Ketan Kuning, Pohonnya hanya Ada Satu

Durian ini, bisa didapat di Dukuh Nglawungan, Desa Tunjungan, Tunjungan, Blora. Lokasinya, pengunjung cukup menempuh jarak kurang lebih 15 kilometer dari pusat Kota Blora. Melalui Jalan Raya Blora-Purwodadi, tepat di Perempatan Maguan belok ke kanan (utara) sejauh delapan kilometer arah Kecamatan Tunjungan. Sesampainya di pertigaan Pasar Desa Tunjungan, pengunjung belok kiri (arah barat) sejauh dua kilometer. Kemudian akan disambut gapura Kampung Durian Nglawungan.

Baca juga: Durian Pelang, Buahnya Kesat, Rasanya Pahit-Manis

Baca juga: Konsisten Menunggu Sampai Buah Jatuh

Kondisi jalan menuju lokasi tersebutm sebagian sudah rabat beton dan sebagian aspal hotmix. Masih ada yang bergelombang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berkomitmen untuk menuntaskan perbaikan jalan itu. Agar akses menuju kawasan wisata kampung durian dan sekitarnya semakin baik.

Kasturi, salah satu pengelola Kebun Durian Pak Nari mengaku, dari belasan jenis durian yang ada di kebun, durian Upin-Ipin yang paling banyak dicari. Sebab rasanya memang lezat. Lebih lembut, manis, dan gurih. Tidak ada rasa pahit, seperti buah durian lain.

”Rasanya beda. Lebih lezat dibanding durian masuwar dan montong,” ucapnya saat ditemui di Kebun Durian Pak Nari di Dukuh Nglawungan, RT 4/RW 4, Desa Tunjungan, Tunjungan, Blora, kemarin.

Dia menambahkan, pihaknya juga memberikan garansi kepada setiap pelanggan. Tak hanya durian Upin-Ipin, berbagai jenis durian dijualnya. ”Garansi ini untuk semua durian yang tidak ada rasanya,” bebernya.

Ada ratusan pohon yang ditanam di atas lahan seluas 4 hektare. Baik melalui biji maupun okulasi. ”Banyak jenisnya. Di antaranya durian Upin-Ipin,” jelasnya.

Laki-laki yang sudah berusia 50 tahun itu mengaku, memang ada perbedaan yang mencolok antara durian lokal dan durian hasil okulasi. Durian lokal pohonnya lebih runcing, daging lebih kecil, usia lebih lama, bahkan bisa ratusan tahun. Mulai berbuah pada usia 6 tahun hingga 10 tahun. Buahnya juga banyak. Mencapai ratusan bahkan sampai ribuan.

Sedangkan durian hasil okulasi lebih pendek. Daging lebih tebel dan usai lebih pendek. Dalam 4-5 tahun sudah bisa berbuah. Bahkan, ada yang baru satu tahun sudah bisa berbuah.

”Biasanya Agustus mulai berbunga dan Maret mulai habis. Satu pohon bisa mencapai seribuan buah. Buah paling sedikit bisa sampai 700-an buah,” terangnya.

Durian Upin-Ipin ini biasa yang diburu pembeli. Warnanya yang unik dan rasanya yang memanjakan lidah membuat para pengunjung tak segan rela antre demi mendapatkan buah ini. Maklum saja, jenis durian ini hanya ada di Kebun Durian Pak Nari.

Laki-laki yang tinggal di Desa Tunjungan ini mengaku, kebun duriannya ini biasa diserbu dari bergai daerah. Mulai Blora sendiri, Surabaya, Jakarta, Kudus, Rembang, dan lainnya. ”Biasanya ramai pengunjung saat hari libur,” jelasnya.

Untuk harga, durian Upin-Ipin dibanderol Rp 90 ribu kg. Tidak dijual per buah. Selain itu, tidak boleh dikulak. Sebab kalau datang langsung habis, kasihan pembeli lain. Untuk durian jenis lain, harganya bervariasi. Mulai dari Rp 25 ribu hingga 75 ribu satu buahnya.

Ditanya soal nama Upin-Ipin, dia mengaku, karena warnanya yang menyerupai tokoh kartun Upin dan Ipin. ”Termasuk bentuknya yang menggemaskan,” cetusnya.

Samsul, seorang penikmat durian mengatakan, cita rasa durian Upin-Ipin memang beda dari yang lain. Leih legit, manis, dagingnya lembut, pongge kecil, dan daging tebel. Berbeda dengan buah durian lain yang ada rasa pahit. ”Tekstur buahnya halus. Warnya juga unik. Oranye,” ucapnya.

Ia mengaku, durian jenis ini menjadi primadona saat musim durian tiba. Dia rutin mencoba durian ini. ”Setiap tahun saya pesan durian Blora ini. Hanya ada di sini, tidak ada yang lain” imbuhnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP