alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Muncul Mosi Tak Percaya Jilid II, Ketua KONI Kudus Dituntut Mundur

23 Januari 2021, 11: 03: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

BERGERAK: Forum Komunikasi Pengcab se-Kabupaten Kudus menggalang aksi mosi tidak percaya jilid dua, mereka menutut mundur Ketua KONI Kudus Antoni Alfin.

BERGERAK: Forum Komunikasi Pengcab se-Kabupaten Kudus menggalang aksi mosi tidak percaya jilid dua, mereka menutut mundur Ketua KONI Kudus Antoni Alfin. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Forum Komunikasi Pengkab (Pengurus Kabupaten) cabang olahraga (cabor) di bawah KONI Kudus menggalang aksi mosi tidak percaya jilid II. Sejumlah pengkab menginginkan ketua induk olahraga Kudus Antoni Alfin itu, mundur dari jabatannya. Lantaran dalam kepemimpinannya tak ada kemajuan bagi Kota Kretek.

Sejumlah pengkab yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengkab se-Kabupaten Kudus itu, kemarin bertemu dan menyelenggarakan presscon di Cafe Babon. Total ada 36 pengkab yang hadir dalam agenda tersebut. Mereka menyuarakan kekecewaan atas kepemimpinan Ketua KONI Kudus Antoni Alfin. Pertemuan itu, termasuk rencana pengkab untuk mendesak musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (musorkablub). Guna mengganti pemimpin.

Disampaikan juga, dalam pertemuan tersebut, beberapa pengkab melibatkan anggota keluarga di dalamnya.

Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kudus Imam Trianto menyatakan, hal tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan penkab seluruh Kabupaten Kudus. Terhadap kepemimpinan Antoni Alfin. Dirinya beranggapan ketua KONI Kudus tak bekerja maksimal. Baik di bidang manajemen, keuangan, maupun pembinaan atlet.

Selain itu, secara AD/ART ketua KONI Kudus tidak sejalan. Ini terlihat dari anggaran di KONI hanya Rp 1 miliar. Padahal pada 2022 mendatang Kudus ditunjuk menjadi tuan rumah Porprov Jateng.

”Ketua KONI seharusnya bisa bekerja keras. Intinya kami ingin olahraga di Kudus menjadi lebih baik. Apalagi kami punya beban mempertahankan juara tiga besar,” katanya.

Terlebih lagi, dalam penyelenggaran rapat anggota tahunan (RAT) yang digelar KONI Kudus kemarin, pihaknya menduga digelar secara settingan. Hanya orang tertentu yang diundang. Selain itu, surat yang dilayangkan dan diterima tidak bersamaan.

Dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya akan menyampaikan kepada KONI Jateng. Hasil ini akan disampaikan Senin mendatang. ”Sebelumnya KONI Jateng meminta menjaga kondisi agar kondusif. Tetapi kenyataannya sampai sekarang tidak ada perbaikan dalam internal KONI Kudus,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Harian Pengkab Pesatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kudus Rinduwan mengatakan, tuntutan yang ingin disampaikan adalah mengganti ketua KONI Kudus. ”Sosok seorang ketua harus bisa mengayomi para pengkab, pelatih, dan atlet. Namun, selama ini ketua KONI Kudus tak bekerja sesuai tupoksi. Kondisi dari internal dan pengkab tidak kondusif. Ketentuan AD/ART dilanggar. Lantaran dalam satu tahun belakangan tidak ada pertemuan bersama pengkab,” ungkapnya.

Ditanya terkait calon ketua pengganti, pihaknya belum bisa menjawab lebih jauh. Lantaran harus melalui berbagai tahapan. Untuk gambarannya, calon ketua harus tahu dan mampu memajukan olahraga di Kudus. Dalam artian bisa mengemban tugas, membimbing, dan menyejahterakan pegiat olahraga di Kudus.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua KONI Kudus Antoni Alfin menyatakan, surat pernyataan mosi tidak percaya sudah diterimanya. Pihaknya akan merespon. Tetapi, sekarang ini pihaknya lebih fokus pada RAT. Di sisi lain, pihaknya juga fokus persiapan Pra-Porprov Jateng. Mengingat anggaran yang dimiliki KONI Kudus terbatas.

”Surat yang disampaikan sudah basi. Formatnya juga sama. Hanya berbeda ketua. Inginnya segera dibahas setelah RAT. Ya, kami akan kirim surat balasan,” katanya.

Terkait undangan RAT yang dikirim pada waktu berbeda, ia meminta maaf. Lantaran rapat yang digelar baru kali pertama. ”RAT sudah berjalan lancar. Ada tiga pengkab baru. Yaitu Pordasi, kick boxing, dan e-sport,” imbuhnya. 

(ks/gal/lin/top/JPR)

 TOP