alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Dishub Grobogan Pasang Banner Tarif Parkir di Titik Keramaian

22 Januari 2021, 10: 02: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

DIPASANG: Petugas Dishub Grobogan melakukan pemasangan banner tarif parkir hingga peringatan maraknya curanmor di sejumlah titik kemarin.

DIPASANG: Petugas Dishub Grobogan melakukan pemasangan banner tarif parkir hingga peringatan maraknya curanmor di sejumlah titik kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - Banyaknya keluhan masyarakat mengenai tarif parkir yang tidak sesuai restribusi. Membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Grobogan langsung memasang banner tertuliskan nominal tarif parkir sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2012 pasal 57.

Kepala Dishub Grobogan Agung Sutanto melalui Kasi Parkir Happi Nugrah Suspantara mengatakan, pelaporan tentang penarikan tarif parkir yang tidak sesuai sudah banyak didapat. Maka Dishub mulai memasang banner sepanjang 1x4 meter ini. Pemasangan dilakukan bertahap.

”Tahap pertama ini kami memasang di depan Luwes Pasar Raya, alun-alun, Pasar Kradenan, Wirosari, Godong dan Gubug. Kemudian ke depan akan dilanjut di beberapa titik keramaian lainnya,” paparnya.

(INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Penarikan tarif yang tidak sesuai itu antaranya tarif kendaraan roda dua yang sesuai Perda seharusnya Rp 1 ribu. Namun, banyak dimintai Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu. Kemudian roda empat kecil seharusnya Rp 2 ribu, sedang Rp 2.500 dan besar Rp 3 ribu. Namun, di lapangan ditemukan pada hari tertentu atau tempat tertentu bisa sampai Rp 5 ribu per roda empat.

Pemasangan tarif itu sebagai bentuk sosialisasi sekaligus penegasan masyarakat saat dimintai tarif yang tidak sesuai bisa menunjukkan tarif parkir yang sudah terpasang tersebut. Masyarakat juga diminta meminta karcis saat parkir.

”Kegiatan ini sebagai bentuk menghindari pungli sekaligus memberikan peringatan berhati-hati dalam parkir. Karena sedang rawan kasus curanmor,” paparnya.

Ketegasan yang dilakukan petugas selain memberikan sosialisasi yakni dengan melakukan sidak ke juru parkir di sepanjang Kota Purwodadi. Namun, petugas saat itu hanya menemukan beberapa juru parkir yang tak melakukan perpanjangan tugas.

”Tapi kami tetap tegur mereka, walau pun nominalnya tidak besar tapi tidak boleh dibiarkan karena melanggar aturan yang tertera di Perda. Sama saja dengan pungli,” ujar  Kasi Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Grobogan Happi Nugrah Suspantara.

Pihaknya juga memberikan teguran ke petugas parkir di sepanjang kota. Jika masih melakukan hal serupa, maka akan mendapatkan sanksi,” tegasnya.

Dijelaskan, tahun lalu ada sekitar 180 juru parkir yang tersebar di Kabupaten Grobogan. Per tahun ini masih dilakukan pendataan untuk jumlah juru parkir.

(ks/int/top/JPR)

 TOP