alexametrics
Minggu, 07 Mar 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Selamat Jalan Penggagas Gong Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani

Ingin Dimakamkan di Samping Orang Tua

19 Januari 2021, 13: 51: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

BERDUKA: Pelayat mendoakan kepergian Djuyoto Suntani di rumahnya Desa Plajan, Pakis Aji, Jepara, tadi malam.

BERDUKA: Pelayat mendoakan kepergian Djuyoto Suntani di rumahnya Desa Plajan, Pakis Aji, Jepara, tadi malam. (SYAHRI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Suasana duka menyelimuti keluarga Djuyoto Suntani di Desa Plajan, Pakis Aji, Jepara, tadi malam. Presiden The World Peace Committee (WPC) itu meninggal di RS Abdi Waluyo Jakarta Pusat. Ia dirawat setelah mengeluh kelelahan.

Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 19.00 tadi malam. Beberapa pelayat sudah menunggu di kompleks Gong Perdamaian Dunia Desa Plajan. Karang bunga dari Bupati Jepara Dian Kristiandi juga terlihat di samping kursi-kursi pelayat. Ada juga karangan bunga ucapan duka cita dari Kartini, Ketua Partai Bekarya Jepara.

Jenazah penggagas Gong Perdamaian Dunia dengan jumlah 202 negara itu ditempatkan di aula display foto Gong Perdamaian Dunia. Beberapa keluarga mendekat mendoakan almarhum. Sementara pelayat terus berdatangan.

Perwakilan keluarga, Roni, mengatakan mendiang Djuyoto Suntani pada Minggu (17/1) tidak sempat tidur. Keesokan harinya minum obat. Agar bisa istirahat. Namun kondisi kesehatannya justru menurun. Kemudian dirawat di rumah sakit. ”Dapat kabar dari anak beliau, ternyata sudah berpulang. Semoga khusnul khotimah,” tururnya.

Djuyoto terakhir pulang kampung setelah Lebaran. Disinggung mengenai wasiat atau pesan khusus, sepemahamannya tidak ada. Hanya saja pernah berucap kalau ingin kembali ke Plajan. Meski berdomisili di Ibu Kota, tetap dimakamkan di Plajan. Di samping makam ayah dan ibunya. Masih dalam satu kompleks Gong Perdamaian Dunia, Plajan.

”Kami pastikan dulu, hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Bisa dibawa ke Jepara atau tidak. Dengan hasil tidak ada penyakit menular yang diderita, jenazah bisa dibawa ke Jepara,” jelasnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP