alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

DKPP Jepara Drop Lima Ribu Bibit Kopi di Bategede

18 Januari 2021, 17: 02: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

UNGGULAN: Kasi Produksi dan Usaha Perkebunan DKPP Jepara Raditya Dwi P. menunjukkan salah satu biji kopi hasil petani kopi Jepara.

UNGGULAN: Kasi Produksi dan Usaha Perkebunan DKPP Jepara Raditya Dwi P. menunjukkan salah satu biji kopi hasil petani kopi Jepara. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA Wilayah potensial penghasil kopi di Jepara tersebar di tujuh kecamatan yang masuk lereng Muria. Salah satunya di Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari. Tahun ini akan didrop lima ribu bibit kopi di sana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara Diar Susanto, melalui Kasi Produksi dan Usaha Perkebunan Raditya Dwi P. Mengatakan, Desa Bategede tahun lalu sudah dijatah tiga ribu bibit kopi. Tahun ini akan ditambah lagi. Pihaknya mulai menggarap potensi hasil kopi Jepara di lereng Muria.

”Sekolah lapang untuk para petani kopi menjadi awal pengembangan kopi. Termasuk bibit untuk ditanam di lahan petani,” ujarnya.

Jika sudah melalui tahapan sekolah lapang dan bibit yang ditanam mulai panen, diupayakan bantuan alat pascapanen. Agar berkesinambungan mulai dari pembibitan, perawatan, panen, dan pascapanen.

Pembinaan dan pengembangan produk kopi itu berlaku di wilayah penghasil kopi. Seperti di Kecamatan Keling, Kembang, Bangsri, Pakis Aji, Batealit, Mayong, dan Nalumsari.

”Kopi Jepara terus mengalami perkembangan. Sehingga perlu didorong dan didampingi agar para petani memapu menghasilkan kualitas kopi yang bagus,” terangnya.

Kopi Tempur menjadi pilot project pengembangan kopi Jepara. Berawal dari sekolah lapang bagi petani. Sudah bisa dirasakan hasilnya dan dikenal di mana-mana. Bergeser lagi kopi-kopi lain yang juga merambah pasar dalam negeri. Seperti kopi Dudakawu, Kunir, Sumanding, Bucu. ”Kopi Tanjung dan Batealit juga bermunculan dengan olahan berbagai produk,” imbuhnya.

(ks/war/lid/top/JPR)

 TOP