alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Okupansi Penumpang Bus Turun Drastis saat PPKM

18 Januari 2021, 16: 07: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

SEPI: Bus AKAP rute Jepara-Surabaya bersiap berangkat dari Terminal Jepara kemarin (17/1) sore. Okupansi penumpang di masa PPKM menurun drastis.

SEPI: Bus AKAP rute Jepara-Surabaya bersiap berangkat dari Terminal Jepara kemarin (17/1) sore. Okupansi penumpang di masa PPKM menurun drastis. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali pada 11 hingga 25 Januari berdampak pada penurunan penumpang di Terminal Jepara. Khususnya untuk bus yang mengarah ke Jabodetabek.

Di Terminal Jepara hanya terdapat lima bus AKAP yang tengah parkir. Tidak ada lalu lalang penumpang. Dua Bus jurusan Kudus tengah bersiap untuk berangkat. Tempat duduk di dalam bus tak terisi penuh. Hanya ada tujuh penumpang.

Kondisi seperti itu hampir terjadi setiap hari. Hal itu dijelaskan oleh seorang agen tiket bus jurusan Jabodetabek, Muripah. Ia menjelaskan, sejak ada PPKM di Jawa dan Bali okupansi penumpang menurun. Paling banyak 10 penumpang dari Jepara yang pesan tiket dari dirinya.

Selama pandemi ini Muripah mengaku penumpang jurusan Jabodetabek memang sudah turun. Dibanding sebelum pandemi. Rata-rata per hari saat pandemi ada 15 hingga 25 penumpang. Jumlah tersebut kian menurun semenjak ada PPKM. ”Paling banyak 10 orang. Kadang di bawah itu,” ujar Muripah.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh Alip, agen tiket bus lainnya di Terminal Jepara. Ia mengaku setiap hari hanya mampu menjual 10 tiket. ”Selama PPKM ini memang sepi. Biasanya paling sehari yang beli cuma 10, kadang lebih sedikit. Tidak sampai 20 orang yang beli di saya,” terang Alip.

Alip menurturkan penumpang yang berasal dari Jepara dengan tujuan Jabodetabek memang sedikit. Para penumpang yang berangkat ke kawasan Jabodetabek rata-rata pekerja.

Sedangkan bus yang berangkat dari Terminal Jepara terkadang hanya membawa 10 atau lebih penumpang. Namun saat memasuki Terminal Jati di Kudus, para penumpang yang hendak naik dari sana cukup banyak. ”Tapi tetap saja, bus tidak bisa terisi penuh,” ungkap Alip saat ditemui di Terminal Jepara Sabtu (16/1). (rom)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP