alexametrics
Senin, 08 Mar 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

DPRD Pati Peringatkan Perangkat Desa Tak Jadi Timses Pilkades

15 Januari 2021, 17: 38: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

Bambang Susilo, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati

Bambang Susilo, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati (ANDRE FAIDHL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta perangkat desa tidak menjadi tim sukses calon kepala desa belum lama ini (13/1). Hal itu, untuk pemilihan tetap netral dan tidak memihak.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati Bambang Susilo mengatakan, sesorang warga negara, termasuk perangkat desa, berhak memilih pemimpinnya belum lama ini. Namun, sebagai pegawai negara. khususnya perangkat desa, tidak berkenankan aktif mendukung. Selain itu, tidak memobilitas masyarakat untuk mendukung calon tertentu.

”Supaya pemilihan tetap netral. Selain itu, persaingan menjadi lebih sehat. Jadi, tidak masuk menjadi salah satu tim sukses calon kepala desa dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak nanti,” katanya.

Politisi PKB ini, menilai apabila perangkat desa ikut menjadi Tim Sukses. Dikhawatirkan akan terjadi konflik kepentingan.

"Dalam menjalankan kekondusifitasan menjalang Pilkades di Kabupaten Pati. Seandainya (perangkat desa) harus memilih. Maka, jangan menjadi tim sukses. Wajar perangkat mendukung tetapi menjadi Tim Sukses ndak etis," ujar Bambang saat ditemui di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu (13/1/2021).

Dia menambahkan, Selain itu, nantinya siapa pun calon yang terpilih. Baik itu yang didukung maupun lawannya. Akan menjadi atasan di dalam pemerintahan desa.

”Maka sikap netral ini sangat diperlukan. Agar pemerintahan desa berjalan dengan aman, lancar serta kondusif. Perlu di pahami dan dicatat. PPDI itu kan kesatuan perangkat. Bagaimana pun perangkat itu bawahan kepala desa. Sikap netral penting untuk perangkat. Apa pun yang jadi nantinya adalah atasan” tambahnya.

Terkait pelaksanaan Pilkades serentak di Pati direncanakan 10 April mendatang. 219 desa akan mengikuti pemilihan tersebut. 219 desa itu, tersebar di 21 kecamatan.

Bupati Kabupaten Pati mengungkapkan, semua proses Pilkades serentak ada regulasinya. Sehubungan dengan kondisi pandemi ini, ada beberapa perubahan regulasi Perbub pati No 88 tahun 2020 terkait pelaksanaan pilkades.

 ”Harus dilengkapi dengan keputusan bupati. Selain itu, dilengkapi petunjuk – petunjuk teknis yang tidak terakomidir di dalam Perbub. Tujuannya agar pelaksanaan bisa berjalan sesuai tahapan,” ungkapnya.

”Pelaksanaan harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Agar tidak menjadi klister baru,” ujarnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP