alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Pemkab Pati Salurkan Bansos Tunai ke 26.049 KPM

14 Januari 2021, 17: 00: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

Pemkab Pati Salurkan Bansos Tunai ke 26.049 KPM

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap IX untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belum lama ini (9/1). BST itu diberikan ke 26 ribu KPM. Penyaluran tersebut, melalui Kantor Pos Pati.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati Tri Haryumi mengatakan, BST tahap IX di januari sebanyak 26.049 KPM kemarin (13/1). Itupun, sudah ditentukan Kementerian Sosial RI terkait jumlah.

”Semua data terkait KPM berdasarkan verifikasi yang dilakukan Kemensos kepada KPM. Jadi, Kemensos menentukan jumlah KPM. Termasuk pengurangan KPM,” katanya.

Dia menambahkan, sempat ada penurunan. Semula 36.380 menjadi 26.049 KPM. Dikarenakan ada penonaktifan 2.101 ribu di Kementerian kelautan. Selain itu, ada 8228 NIK yang didapati invalid.

”NIK yang invalid sudah kami turunkan. Kemudia disandingkan dengan Disdukcapil. Semua sudah dikirim ke Pusdatin mulai hari ini sampai pukul 00.00,” tambahnya.

Sedangkan penyaluran BST tersebut, lewat kantor pos Pati. Ditanya terkait jumlah KPM, Kepala kantor pos Pati Arif Budi Hartanto membenarkan jumlah 26.049 KPM tersebut. ”26 ribu itu, 20 persen dari total kisaran 57 ribu KPM. Jadi, semua harus bertahap. Tidak bisa langsung brek sekaligus,” imbuhnya.

Penyaluran BST disalurkan mulai 9 – 17 Januari. Terdapat beberapa titik untuk menerima BST tersebut. Masyarakat mengambil sendiri bantuan yang diberikan. ”Terkait titik itu, ada di sejumlah cabang Kantor Pos Pati. Diberikan ke sejumlah titik supaya tidak terjadi kerumunan. Jadi, masyarakat tidak berkumpul di satu titik saja. Melainkan menyebar di sejumlah titik,” kata Arif.

Pihaknya juga mendapat pesan dari bupati. Bahwa tetap patuhi protokol kesehatan. Agar tidak menjadi klaster baru.

Dia mengungkapkan, sejak 9 Januari sampai sekarang (13/1) pukul 13.00 sebanyak 5.433 KPM yang sudah tersalurkan. Pihaknya berharap sisanya bisa terpenuhi. Karena masih ada selang waktu empat hari.

”Misalnya, ada yang sakit, lansia, dan lumpuh akan diantar rumahnya. Tentu saja berdasarkan surat/laporan dari pamong desa. Jadi, misalkan ada yang tidak bisa hadir karena sakit. Harus ada izin dari pamong desa. Supaya bisa diantar,” ungkapnya.

 ”Kami hanya sebagai juru bayar saja. Tentunya dapat amanat dari Kemensos. Kami sebatas kasir atau penyalur saja,” tandasnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP