alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Hari Ketiga, Ranting Pohon Hambat Pencarian Nenek Terseret Arus Sungai

14 Januari 2021, 16: 28: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

SISIR: Tim SAR gabungan mencari Kasminah, 74, di Sungai Welahan. Pencarian hari ketiga kemarin belum membuahkan hasil.

SISIR: Tim SAR gabungan mencari Kasminah, 74, di Sungai Welahan. Pencarian hari ketiga kemarin belum membuahkan hasil. (BPBD FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Pencairan nenek yang hanyut di Nalumsari memasuki hari ketiga atau terakhir kemarin (13/1). Namun tim SAR belum menemukan korban. Salah satu kendalanya ranting pohon di sungai. Proses selanjutnya hanya sebatas pemantauan di tiga titik pencarian sampai hari ketujuh sejak korban hilang.

Pencarian Kasminah, 74, melibatkan tim SAR gabungan dari Jepara dan Kudus. Ada tiga titik pencarian. Yaitu pintu air sungai di Blimbingrejo, Welahan, dan aliran air sungai dari Welahan hingga Bendungan Karet Bongpes yang ada di Pecangaan.

Meski sudah memasuki hari ketiga, proses pencarian nenek yang hanyut ke sungai ketika membuang sampah di Nalumsari pada Senin (11/1) masih terus dilanjutkan. BPBD Jepara yang dibantu oleh BPBD Kudus menerjunkan sekitar 50 orang personel dalam penyisiran kemarin.

Sesuai SOP yang diikuti oleh pihak BPBD, pencarian selama tiga hari. Kemarin hari terakhir. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Kusmiyanto, melalui koordinator lapangan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Jepara Saiful Aziz mengatakan, pencarian hari terakhir tak ada perkembangan. Sehingga dilanjutkan dengan pemantauan.

”Nanti hari keempat sampai hari ketujuh kami ada pemantauan di tiga titik pencarian saat ini,” ujar Saiful.

Sebelumnya Saiful sempat menerangkan pada pencarian hari kedua ada kendala karena arus sungai yang deras. ”Pencarian hari kedua kita sempat hentikan selama hampir tiga jam,” terang Saiful.

Pencarian hari ketiga kemarin kendala yang dialami banyaknya carang atau ranting pohon yang tersangkut di aliran sungai. Hal itu mengakibatkan perahu karet dan perahu polytelin tak bisa digunakan.

”Kami harus menyusuri sungai dengan jalan kaki. Kebetulan sedang dangkal. Tapi saat pencarian dari Welahan hingga Bongpes bisa menggunakan perahu,” kata Saiful.

Saiful mengaku apabila hingga hari ketujuh tidak menemui hasil, pihaknya sudah memberi pemahaman kepada pihak keluarga terkait proses pelaksanaan pencarian orang hilang. ”Tapi kami saat ini terus berusaha semaksimal mungkin hingga ada perkembangan,” tutup Saiful saat ditemui di pintu air Sungai Welahan kemarin. (rom)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP