alexametrics
Senin, 25 Jan 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Positif Covid-19, Seorang Perawat Puskesmas Gubug Meninggal Dunia

14 Januari 2021, 14: 53: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

PAHLAWAN NAKES: Jenazah Sri Rahayu perawat Puskesmas Gubug dilepas untuk dimakamkan dengan prokes karena meninggal sebagai pasien Covid-19.

PAHLAWAN NAKES: Jenazah Sri Rahayu perawat Puskesmas Gubug dilepas untuk dimakamkan dengan prokes karena meninggal sebagai pasien Covid-19. (BPBD FOR RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - Tenaga kesehatan di Kabupaten Grobogan kembali menjadi korban Covid-19. Yaitu Sri Rahayu, warga Desa Pilang Kidul, Kecamatan Gubug sebagai perawat Puskesmas Gubug 1 meninggal dunia karena terkena Covid-19, Selasa (13/1) kemarin.

Sebelum pemakaman, jenazah didoakan dan diberikan penghormatan terakhir di depan Puskesmas Gubug oleh rekan sejawatnya dan dokter Puskesmas setempat. Sri Rahayu sebelumnya menjalani perawatan di RS Ki Ageng Getas Pendowo selama dua hari. Namun, sebelumnya dinyatakan reaktif saat uji rapid test antingen dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Karena kondisinya terus drop dilarikan ke RS Ki Ageng Getas Pendowo. Selain itu, juga mempunyai penyakit bawaan atau komorbid. Meninggalnya perawat tersebut menambah daftar tenaga kerja meninggal karena covid-19.

Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistiyoningsih mengatakan, perawat Puskesmas Gubug atas nama Sri Rahayu meninggal karena Covid-19.  Sebelum meninggal sempat menjalani perawatan di RS Ki Ageng Getas Pendowo.

”Saat meninggal terkonfimasi Covid-19. Jadi sudah ada tiga tenaga kesehatan di Grobogan meninggal karena Covid-19,” kata Endang Sulistiyoningsih.

Dijelaskan, tiga tenaga kesehatan ini adalah Dokter RSUD R Soedjati Purwodadi dan tenaga medis administrasi RSUD R Soedjati. Kemudian perawatan di Puskesmas Gubug. Dia menghimbau kepada warga masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tetap memakai masker, jaga jarak, tidak berkerumun, cuci tangan pakai sabun dan tetap menjaga imun tubuh.

”Untuk pemakaman menggunakan protokol kesehatan,” terang dia.

Sementara terkait dengan pemberian santunan untuk tenaga kesehatan agar diajukan ke pemerintah pusat. Sebab, termasuk kategori tenaga kesehatan yang menangani Covid-19. 

(ks/mun/him/top/JPR)

 TOP