alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Pembatasan Kegiatan Jam Malam di Pati Masih Diwarnai Pelanggaran

14 Januari 2021, 14: 46: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

TERAPKAN JAM MALAM: Bupati melakukan pantauan ke sejumlah tempat untuk pelaksanaan jam malam di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat kemarin.

TERAPKAN JAM MALAM: Bupati melakukan pantauan ke sejumlah tempat untuk pelaksanaan jam malam di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat kemarin. (PROKOMPIM FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Bupati Haryanto menyebut masih banyak masyarakat yang belum mematuhi ketentuan jam malam, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Rata-rata mereka beralasan belum tahu aturan tersebut.

Hal itu berdasarkan pantauan Bupati selama dua hari beruntun saat pemberlakuan PKM tersebut. Hari kedua Selasa (12/1) lalu Bupati melakukan pantauan di Kecamatan Juwana.

Sekitar pukul 21.10, Bupati beserta rombongan mendapati sebuah kafe di Jalan Silugonggo masih buka dan cukup ramai pembeli. Padahal, selama PPKM, kafe hanya diperkenankan buka hingga pukul 21.00.

Bupati pun mengimbau orang-orang yang berada di kafe, mayoritas muda-mudi, untuk pulang dan melanjutkan aktivitas di rumah masing-masing. Ia juga mengimbau pengelola untuk menutup kafe, mengingat waktu sudah melebihi batas.

“Pengelola kafe sudah tahu (mengenai PPKM), hanya saja kebetulan baru (acara) pembukaan, jadi agak lewat (batas waktu). Tapi kami beri pengertian mereka bisa menerima. Berikutnya akan mematuhi. Kami suruh memasang banner bahwa kafe ditutup pukul 21.00,” jelas Bupati Haryanto.

Usai memberi imbauan pada pengelola dan pengunjung kafe, Forkopimda bergeser ke tempat karaoke yang berada di kompleks Ruko Indah Juwana. Tempat karaoke tersebut oleh Satpol PP sudah dipasangi label larangan beroperasi lantaran belum memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Namun, ada dugaan bahwa tempat tersebut masih beroperasi, bahkan tidak mengindahkan ketentuan pemerintah daerah mengenai pencegahan Covid-19.

Namun, ketika Bupati dan rombongan tiba di lokasi, tempat karaoke dalam keadaan tertutup dan gelap. Lampu di tempat tersebut dipadamkan.

]“Kalau rata-rata yang agak sulit mematuhi jam malam itu angkringan, baik di Pati maupun Juwana. Alasannya klasik, biasa lah, mencari makan, berhubungan dengan urusan perut, dan lain-lain,” kata Bupati.

Lebih lanjut pihaknya akan tidak henti-hentinya memberi pemahaman pada masyarakat. “PPKM ini kebijakan nasional, kita harus taat. Dari situ nanti kita akan mengetahui, sebelum dan sesudah PPKM seperti apa, penurunan kasus sejauh mana, angka kematian seperti apa,” jelasnya.

Haryanto berharap, selanjutnya masyarakat mulai tertib, sehingga PPKM tidak berujung sia-sia. Ia menegaskan bahwa tujuan PPKM ialah demi menurunkan persebaran covid-19.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP