alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus
Mengenang Sosok H. M. Sukram atau Mbah Datuk

Hubungan Habib Lutfi dengan Mbah Datuk itu Seperti Guru dan Murid

14 Januari 2021, 14: 06: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

BERKABUNG: Mobil ambulans menghantarkan jenazah Mbah Datuk ke pemakaman kemarin.

BERKABUNG: Mobil ambulans menghantarkan jenazah Mbah Datuk ke pemakaman kemarin. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – H. M. Sukram atau dikenal dengan nama Mbah Datuk tutup usia kemarin. Sahabat Habib Luthfi asal Undaan ini meninggal pada usia 87 tahun.

Dari pantauan, beberapa karangan bunga terpajang di halaman rumah duka Gedung Sholawat Angudi Barokahe Gusti (ABG) cabang Kudus Gang 32 RT 8 RT 5 Desa Undaan Lor. Para pelayat juga turut hadir di rumah duka.

Perwakilan Keluarga Mbah Datuk Makrus mengatakan, ulama yang sekaligus sahabat Habib Luthfi itu meninggal pada (13/1) pukul 07.15. Awalnya ulama asal Desa Undaan Lor itu dilarikan ke klinik di dekat kediamannya pada pukul 04.00.

”Mendapat perawatan intensif di sana, dari hasil tes rapid negatif,” katanya.

Mbah Datuk sosok pejuang yang religius. Sekaligus mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mengingat pada masa mudanya Mbah Datuk mantan Brimob.

Selain itu, sosok Mbah Datuk dikenal menghormati orang lain. Kata Makrus, meski dalam kondisi sedang sakit, Mbah Datuk tetap menerima tamu yang datang di kediamannya. Beliau tak mau membuat orang lain kecewa.

”Habib Luthfi dengan beliau itu sudah diibaratkan seperti baut dengan sekrup, layaknya guru dan murid,” ungkapnya.

Dia menambahkan, wejangan atau pesan yang selalu disampaikan Mbah Datuk agar selalu rukun dengan orang lain.

Sekaligus memanusiakan manusia. Orang yang membenci, dirangkul dan disambangi.

Salah satu jamaah Kanzus Sholawat Angudi Barokahe Gusti, Puji Santoso mengaku sangat kehilangan sosok Mbah Datuk. Sosok ulama itu, sangat mengayomi umat dan sabar terhadap umat.

”Mbah Datuk itu diibaratkan seperti bengkel. Istilahnya seperti dandani manusia. Banyak preman yang datang ke rumah disadarkan,” terangnya. 

(ks/mal/gal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya