alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

DPRD Blora Sidak Jalan Ngrambitan-Beganjing

14 Januari 2021, 11: 49: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

SIDAK: Anggota DPRD Blora Fraksi Demokrat Iwan Krismiyanto meninjau jalan penghubung Desa Ngrambitan-Desa Beganjing, Japah, yang putus sepanjang 30 meter kemarin.

SIDAK: Anggota DPRD Blora Fraksi Demokrat Iwan Krismiyanto meninjau jalan penghubung Desa Ngrambitan-Desa Beganjing, Japah, yang putus sepanjang 30 meter kemarin. (DPRD BLORA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Putusnya jalan penghubung Desa Ngrambitan-Desa Beganjing, Japah, membuat wakil rakyat turun lapangan. Rombongan DPRD Fraksi Demokrat melihat langsung jalan yang putus sepanjang 25 meter dan lebar 4,5 meter tersebut.

Sebenarnya, longsor yang terjadi beberapa bulan lalu itu tidak seberapa. Namun, karena tak segera diperbaiki, longsoran makin panjang. Menyebabkan jalan putus.

Anggota DPRD Blora Fraksi Demokrat Iwan Krismiyanto didampingi Aditya Candra Yogaswara dan Yusuf Abdurrohman turun langsung. Iwan mengungkapkan, pengecekan jalan ini, atas pengaduan masyarakat kepada Yusuf Abdurrohman dan DPRD. Jadi, pihaknya mewakili Dapil 3, 4, dan 5 menindaklanjuti. ”Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat. Karena fungsi kami mendegarkan dan menyerap aspirasi,” ucapnya.

(DPRD BLORA FOR RADAR KUDUS)

Hasilnya, nanti akan dibuat review berdasarkan fakta lapangan. Selanjutnya, akan dikirim ke Bappeda, DPUPR, sekda, dan lainnya untuk dibahas lebih lanjut. Harapannya, ada jalan keluar berupa penganggaran di APBD Perubahan.

”Jalan penghubung Desa Ngrambitan-Desa Beganjing, Japah, ini putus total. Tidak bisa dilewati. Sehingga mengganggu aktivitas warga. Warga harus muter. Jadi mengeluarkan biaya lebih banyak,” jelasnya.

Dari hasil sidak ini, pemasalahan utama longsornya jalan adalah soal aliran sungai yang cukup besar. ”Kalau kami lihat, terjangan aliran air berbentuk V. Jadi menerjang jalan dan akhirnya longsor,” terangnya.

Menurutnya, kepadatan tanah makadam yang ada sebenarnya sudah bagus. Padat dan berlapis-lapis. ”Jadi kesimpulannya, apapun yang terjadi, longsoran jalan itu harus dianggarkan di perubahan. Sebab, tujuan APBD Perubahan untuk mengatasi keadaan yang darurat atau luar biasa,” terangnya.

Dengan panjang jalan 25 meter dan lebar 4,5 meter yang putus, dia memperhitungkan, secara analisa membutuhkan dana Rp 1 miliar. Kalau mau bagus diangka Rp 2 miliar. ”Kalau talut satu tingkat, berupa beton Rp 1 miliar cukup. Kalau mau ada talut tambahan, anggaran bisa mencapai Rp 2 miliar,” jelasnya.

Dia berharap, dalam APBD Perubahan nanti bisa teranggarkan dan longsor bisa teratasi. Sehingga masyarakat tak perlu memutar lagi. ”Semoga eksekutif terketuk hatinya dan bisa terealisasikan. Pasti akan kita setujui,” tambah laki-laki yang juga wakil ketua DPC Partai Demokrat Blora ini.

Semenatra itu, Kepala Desa Ngrambitan Sukar menerangkan, pihaknya sudah melaporkan putusnya jalan ini, sejak beberapa bulan lalu. Setidaknya, pihaknya sudah dua kali melaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora. ”Kalau terkait kebencanaan kami tidak punya anggaran. Tim teknisnya adanya di DPUPR. Sedangkan kami tidak punya tim teknis,” imbuhnya. 

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP