alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Ambyar, Material Embung Gegersimo Dicek

13 Januari 2021, 17: 24: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

DITINJAU: Seorang staf Kecamatan Pamotan mengecek kondisi embung Gegersimo yang ambyar.

DITINJAU: Seorang staf Kecamatan Pamotan mengecek kondisi embung Gegersimo yang ambyar. (DOK.RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Pemerintah Kecamatan Pamotan mengaku sudah mendapat laporan dari panitia pembangunan ambrolnya embung Gegersimo sejak sepakan lalu. Pihak kecamatan juga telah mengecek material untuk perbaikan embung yang ambrol.

“Kami sudah perintahkan untuk koordinasi dengan pihak desa melakukan perbaikan. Sebetulnya pelaksanaan kegiatan sudah berencana melaksanakan perbaikan. Staf kami saya perintahkan mengecek lokasi. Katanya material sudah ada, semen dan pasir sudah di drop,” jelas Mahfudz Camat Pamotan.

Menurutnya perbaikan sebenarnya tinggal dilaksanakan. Namun masih menunggu cuaca. Karena saat ini masih sering hujan. “Kami terus melakukan monitor pelaksananya untuk perbaikan,” jelasnya.

Terpisah pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Rembang juga akan melakukan penyebab ambyarnya embung Gegersimo. “Kami akan mengkaji pemicunya apa. Apakah kualitas atau tekanan air sebab bangunan baru,” terang Kepala Dinpermades Rembang Sulistiyono.

Tak hanya itu, Sulis juga bakal memantau tindak lanjut dari desa perbaikannya seperti apa. Menurutnya setelah ada kerusakan tentunya desa harus bertanggung jawab. Sebab sebelumnya belum ada laporan yang masuk.

”Belum ada laporan ke kami. Dan belum ada tanda-tanda mau hancur seperti itu. Mungkin karena baru-baru ini ada hujan deras dan sebagainya. Sehingga menjadi seperti itu. Makanya dipantau bersama-sama dan cek,” ujarnya.

Dari hasil laporan camat dan kades menurutnya proses sudah sesuai prosedur dan aturan. Peruntukannya sudah sesuai. “Kami juga telusuri pak camat dan kades. Permasalahannya apa sampai ambyar? Info dari desa karena bencana, hujan mungkin arus terlalu deras sehingga hancur,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Informasi dari camat pihak desa sudah bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Karena itu swakelola desa. Ketika kejadian otomatis bertanggung jawab memperbaiki

“Pengecekan penting. Karena merupakan bangunan baru. Apakah bencana atau arus yang besar. ini akan di-monev dan pantau kembali. Lalu seberapa besar tanggung jawab desa untuk memperbaiki kerusakan itu,” tegasnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya