alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngaku Anak Kandung, Pria 31 Tahun Ini Tipu Puluhan Juta

13 Januari 2021, 14: 28: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

INTEROGASI: Kapolsek Brati AKP Zaenal Arifin bertanya kepada Suparjo, pelaku penipuan dengan modus mengaku sebagai anak kandung korban.

INTEROGASI: Kapolsek Brati AKP Zaenal Arifin bertanya kepada Suparjo, pelaku penipuan dengan modus mengaku sebagai anak kandung korban. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Polsek Brati mengamankan Suparjo, 31, warag Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan. Dia sebagai menipu Ngatipah, warga Desa Tirem, Kecamatan Brati. Pelaku mengaku sebagai anak korban yang sedang sakit. Lalu meminta uang untuk berobat.

Kapolsek Brati AKP Zaenal Arifin mengatakan, penipuan terjadi pada 7 November 2020. Ketika itu, tersangka menelepon secara acak beberapa nomor. Kemudian terhubung dengan handphone Apriliyani, anak korban. Lalu tersangka meminta bicara dengan korban Ngatipah.

”Saat itu, tersangka Suparjo memberi tahu korban bahwa ia sedang sakit dan minta dikirimkan uang untuk berobat,” kata AKP Zaenal Arifin.

Ketika ditelepon tersangka, korban Ngatipah saat itu percaya bahwa yang menelpon adalah Budi, anak kandungnya. Kemudian korban mengirim uang Rp 2 juta. Selang satu hari pukul 09.00, tersangka menelepon kembali korban dengan nomor yang sama.

Pelaku kembali meminta kiriman uang Rp 2 juta untuk biaya berobat. Alasannya karena masih kurang. Siang harinya pukul 13.00, korban dihubungi kembali dengan nomor handphone yang sama. Lagi-lagi pelaku meminta korban untuk mentransfer kembali Rp 5 juta.

Permintaan uang kembali dilakukan tersangka pada 9 November 2020. Korban ditelepon lagi dengan nomor yang sama untuk minta kiriman uang Rp 1,5 juta. Uang itu untuk pindah kerja. ”Saat itu, korban sudah tidak ada uang sehingga  meminjam keponakannya,” ujar kapolsek.

Pelaku kembali menelepon korban pada 14 November 2020 pukul 23.00 menggunakan nomor yang sama. Namun diterima oleh suami korban. Sehingga dimarahi dan langsung ditutup.

Dua bulan kemudian, pada Januari 2021 korban baru ingat bahwa anaknya Budi berpesan kepada bahwa selama enam bulan tidak bisa dihubungi karena kerja di laut. Korban pun merasa tertipu.

Kemudian pada Kamis (7/1) korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Brati. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 10, 5 juta.

”Laporan yang kami terima langsung kami tindak lanjuti. Kami menangkap pelaku di Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan pada Senin (11/1),” terang dia.

Dari pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Seperti buku rekening, ATM, dan ponsel. Uang hasil kejahatan itu digunakan untuk berjudi saat kerja di Jakarta.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya