alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Pompa Air Tak Berfungsi, DPUPR Jepara Wadul ke BBWS Pemali Juana

Butuh Peninggian Jalan Sepanjang 500 Meter

13 Januari 2021, 10: 59: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

TETAP ENJOY: Anak-anak bermain air saat banjir melanda Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, (11/1) lalu.

TETAP ENJOY: Anak-anak bermain air saat banjir melanda Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara, (11/1) lalu. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Pusat Kota Jepara pada Senin (11/1) pagi dikepung banjir. Genangan tersebut menggenangi beberapa ruas jalan utama. Meski genangan hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga jam, namun beberapa genangan air masuk hingga ke permukiman penduduk.

Kepala Bidang Pengairan DPUPR Jepara Agus Priyadi saat ditemui kemarin mengatakan, banjir yang terjadi itu, karena curah hujan tinggi di kota maupun luar kota Jepara. Tingkat elevasi kali Wiso saat itu cukup tinggi. ”Karena bagian hulu juga hujan. Air yang ada di kota jadi sulit untuk masuk,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pintu air kali Wiso saat itu masih cukup baik. Jadi tak memerlukan perbaikan. ”Saat hujan pintu air kali Wiso kami tutup,” ujarnya.

LANGGANAN BANJIR: Jalan Tegalsambi selalu tergenang setiap intensitas hujan tinggi akibat luapan sungai dan permukaan jalan yang lebih rendah dari sungai.

LANGGANAN BANJIR: Jalan Tegalsambi selalu tergenang setiap intensitas hujan tinggi akibat luapan sungai dan permukaan jalan yang lebih rendah dari sungai. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Pihaknya telah mengantisipasi terjadinya banjir di dalam kota dengan membersihkan saluran air. ”Namun Senin lalu itu, intensitas hujan terlalu tinggi. Akhirnya permukaan sungai jadi tinggi. Air dari kota sulit mengalir ke sungai. Harus nunggu sungai surut baru air bisa terbuang,” ungkapnya.

Terkait pompa air yang ada di Kaliwiso dia mengatakan, pompa tersebut milik BBWS Pemali Juana. Namun terdapat kesalahan konstruksi. Jadi, saat ini dibongkar dan dikaji ulang. ”Saat ini dibuka total. Jadi los. Tanpa pompa,” katanya.

Dia menambahkan, besok pihaknya akan mengadakan koordinasi dengan pihak BBWS Pemali Juana terkait pompa tersebut. Terutama membahas pompa tersebut yang harus didesain ulang. ”Karena pompa tersebut tidak mampu memompa dengan efisien,” imbuhnya.

Saat ini, masih ada satu pompa air menuju kali Wiso yang terletak di utara Pasar Jepara 1. Namun, saat ini pompa tersebut juga belum berfungsi. ”Saat ini semua pintu air kami buka. Tanpa pompa,” ujarnya.

Saat ini DPUPR Jepara juga akan melanjutkan perbaikan drainase yang di kawasan terminal lama. Perbaikannya berupa penggantian U ditch di sejumlah saluran.

Sementara itu, jalan sepanjang 500 meter di RT 9/RW 2, Desa Tegalsambi, Tahunan, menjadi langganan genangan akibat luapan sungai Sengapan saat intensitas hujan tinggi. Jalan milik Provinsi Jawa Tengah itu, butuh peninggian dan normalisasi drainase.

Petinggi Desa Tegalsambi Agus Santoso menungkapkan, RT 9/RW 2 menjadi wilayah paling rendah di antara wilayah lain di Desa Tegalsambi. Baik permukaan jalan maupun permukiman warga. Hal ini karena berbatasan langsung dengan sungai Sengapan.

Jalan yang melintasi Desa Tegalsambi diharapkan bisa ditinggikan. Dengan begitu, jalan di dekat jembatan tidak berisiko tergenang. Begitu juga dengan normalisasi drainase di kanan dan kiri jalan. ”Agar air dari saluran bisa masuk ke sungai. Tidak justru air dari sungai masuk ke kampung lewat saluran air,” ujarnya.

Sedangkan di pemukiman dipengaruhi jebolnya tanggul sungai. Meski meluap, jika tidak ada tanggul jebol tidak sampai menggenangi permukiman. Seperti yang terjadi pada Senin (11/1) lalu. Di sisi timur jembatan sungai Sengapan ada tiga titik tanggul jebol. Dua titik dengan lebar masing-masing tiga meter. Sementara satu titik lebarnya satu meter. Meski hanya jebol satu meter, namun justru titik ini yang memicu genangan di 159 rumah. Sebab, arah arusnya menuju permukiman.

Selain itu, biang banjir di Desa Tegalsambi adalah pendangkalan sungai Sengapan dan sungai Sungon. ”Jika perbaikan-perbaikan itu ditanggung desa tidak bisa menyeluruh, karena bukan kewenangan pemerintah desa. Kami hanya mengusulkan. Baik ke pemkab maupun pemprov,” tuturnya.

Kabid Pengairan DPUPR Jepara Agus Priyadi menambahkan, untuk penanggulangan sementara tanggul jebol, pihaknya akan menambal dengan karung. Menunggu cuaca membaik. ”Untuk normalisasi kami koordinasikan lagi, karena wilayahnya BBWS Pemali Juana,” imbuhnya. (rom)

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya