alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Kasasi Ditolak MA, Bupati Kudus Nonaktif Tamzil Dihukum Delapan Tahun

Pemkab Kudus Lapor ke Gubernur Jateng

13 Januari 2021, 10: 41: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

INKRAH: Asisten 1 Setda Kudus Agus Budi Satrio menunjukkan surat salinan laporan perkembangan kasus hukum Bupati Kudus nonaktif M. Tamzil untuk gubernur Jateng kemarin.

INKRAH: Asisten 1 Setda Kudus Agus Budi Satrio menunjukkan surat salinan laporan perkembangan kasus hukum Bupati Kudus nonaktif M. Tamzil untuk gubernur Jateng kemarin. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Permohonan kasasi Bupati Kudus nonaktif Muhammad Tamzil ditolak Mahkamah Agung (MA). Tamzil tetap diputus bersalah karena terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan melakukan beberapa tindak pidana gratifikasi yang berdiri sendiri.

Dalam amar putusan kasasi tersebut, MA menjatuhkan pidana delapan tahun penjara dan denda Rp 500 juta atau subsider enam bulan. Selain itu, MA juga menjatuhkan pidana tambahan. Tamzil harus membayar uang pengganti senilai Rp 2,125 miliar sebagaimana yang tercantum pada amar putusan pengadilan Tipikor Semarang Nomor 87/Pid.Sus-TPK/ 2019/PN. SMG pada 6 April 2020.

Jika dalam kurun satu tahun yang bersangkutan tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa. Kemudian dilelang untuk membayar uang pengganti tersebut. Apabila jumlahnya masih kurang, terdakwa dipidana penjara selama dua tahun. Hak Tamzil untuk dipilih dalam masa jabatan publik selama lima tahun juga dijatuhkan sebagai pidana tambahan dalam putusan kasasi.

Dengan adanya putusan berkekuatan hukum tetap atas kasus Tamzil, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pun mengirimkan surat laporan perkembangan proses hukum bupati Kudus nonaktif kepada gubernur.

”Setelah ada putusan kasasi pada 17 Desember 2020, pemkab kemudian minta kutipan putusan ke PN pada 6 Desember. Lalu, Senin (11/1/2021) kami laporkan ke gubernur," kata Asisten 1 Sekda Kudus Agus Budi Satrio kemarin.

Agus menjelaskan, dalam tahapannya setelah ada putusan berkekuatan hukum tetap, bupati Kudus nonaktif akan terlebih dulu diberhentikan dari jabatannya. Kemudian untuk tahap selanjutnya, pejabat pelaksana tugas yang sekarang dijalankan Wakil Bupati Kudus Hartopo akan dilantik sebagai bupati Kudus. ”Untuk tahapan itu menjadi ranah gubernur," imbuhnya.

Terpisah, Plt Bupati Kudus Hartopo tetap santai menanggapi inkrahnya pasangan politiknya itu. Dirinya mengaku sudah mengetahui tentang hasil kasasi Tamzil yang ditolak. Namun hingga saat ini, dirinya mengaku belum ada rencana apapun. Termasuk untuk memilih wakilnya nanti setelah definitif menjadi bupati Kudus.

"Saya ngikut saja. Kami ikuti prosesnya saja. Dengan parpol pengusung juga belum ada diskusi. Kami ikuti apa yang menjadi prosedur dan mekanismenya," katanya. 

(ks/lin/daf/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya