alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Cuaca Buruk, Suplai Listrik dari PLTU Tetap Aman

Tarif Listrik Triwulan I 2021 Tidak Naik

13 Januari 2021, 10: 28: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

STOK AMAN: Proses pembongkaran batu bara pada kapal vessel di PLTU TJB yang memerlukan waktu sekitar tiga hari.

STOK AMAN: Proses pembongkaran batu bara pada kapal vessel di PLTU TJB yang memerlukan waktu sekitar tiga hari. (PLTU TJB FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Beberapa pekan terakhir cuaca di perairan Jepara buruk. Namun, suplai listrik ke Jawa-Bali dijamin aman. Sebab, persediaan batu bara sebagai bahan bakar di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Tubanan, Kembang, Jepara, aman.

Laporan dari Pusat Meteorologi Maritim (BMKG) kemarin, perairan utara Kota Ukir bergelombang sedang. Antara 1,25-2,5 meter. Jika kondisi cuaca buruk, gelombang di utara Jepara bisa mencapai 4 meter.

”Kondisi ini sudah kami prediksi, sehingga kami telah memasok batu bara lebih banyak sejak Desember lalu,” kata Senior Manager Energi Primer PT. PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (PLN TJB) Kuswara kemarin.

PLTU TJB saat ini sudah memiliki stok batu bara untuk dua bulan ke depan. ”Stok batu bara mencapai 800 ribu ton. Cukup untuk 60 hari operasi. Jika terjadi gelombang laut tinggi dan kapal batu bara sulit bersandar, pasokan batu bara tetap aman,” ujarnya.

PLTU TJB saat ini sedang beroperasi dua unit. Total kapasitas 1.320 MW. ”Dua unit kami siap beroperasi. Sedangkan dua lain dalam masa pemeliharaan,” paparnya.

Kuswara juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keandalan listrik di musim hujan. ”Untuk mencegah padam listrik akibat cuaca buruk, masyarakat dapat berpartisipasi untuk memangkas pohon di sekitar jaringan listrik” ajaknya.

Sementara itu, PLN siap menjalankan penetapan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait tarif listrik nonsubsidi atau tarif adjustment untuk periode Januari hingga Maret 2021. Kementerian ESDM memutuskan 13 golongan pelanggan nonsubsidi tarifnya tetap atau tidak mengalami perubahan. Hal ini mengacu kepada tarif listrik pada triwulan IV  2020 mengalami penurunan setelah tidak ada perubahan tarif sejak 2015.

”Kami selalu siap menjalankan apa yang telah diputuskan oleh regulator. Dengan tidak naiknya tarif listrik, harapannya dapat menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi nasional di situasi pandemi,” ucap Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi kemarin.

Selain itu, pemerintah juga menyatakan tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lain tidak mengalami perubahan. Itu juga mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020, apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi yang dihitung secara tiga bulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik.

Mengutip siaran pers Kementerian ESDM, meski terjadi kenaikan pada empat parameter ekonomi makro tersebut, tarif tenaga listrik untuk pelanggan nonsubsidi baik tegangan rendah, tegangan menengah, maupun tegangan tinggi tetap mengacu pada tarif periode sebelumnya, Oktober-Desember 2020 atau tarif tetap.

Tarif listrik pelanggan nonsubsidi untuk pelanggan tegangan rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 sampai dengan 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 6.600 sd 200 kVA, pelanggan pemerintah dengan daya 6.600 sampai dengan 200 kVA, dan penerangan jalan umum tarifnya tetap, Rp 1.444,70/kWh. Sedangkan khusus pelanggan rumah tangga 900 VA rumah tangga mampu (RTM) tarifnya tetap Rp 1.352/kWh.

Pelanggan tegangan menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya >200 kVA, dan layanan khusus tarifnya tetap. Rerata Rp 1.114,74/kWh. Sedangkan bagi pelanggan tegangan tinggi (TT) yang digunakan industri dengan daya >= 30.000 kVA ke atas tarifnya juga tidak mengalami perubahan, Rp 996,74/kWh. 

(ks/zen/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya