alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Evaluasi Kapal Cantrang Bikin Galau Nelayan Rembang

12 Januari 2021, 17: 24: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

PERBAIKI KAPAL: Seorang nelayan di Rembang mengisi liburan melaut untuk memperbaiki kapal.

PERBAIKI KAPAL: Seorang nelayan di Rembang mengisi liburan melaut untuk memperbaiki kapal. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Rencana evaluasi kebijakan kapal cantrang membuat galau nelayan Rembang. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kejelasan rencana evaluasi itu.

Sebelumnya, terkait penggunaan cantrang memang sempat dilarang, kemudian diperbolehkan. Hingga saat ini tersiar kabar oleh Menteri Kelautan dan Perikanan yang anyar akan mengevaluasi kembali kebijakan cantrang.

Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Sunyoto mengaku mendengar kabar tersebut dari pemberitaan di media. Terkait rencana evaluasi tersebut, kata dia, kebijakan cantrang oleh Menteri sebelumnya sudah mulai lancar. Terkait syarat administrasi, surat-surat dan sebagainya. Ia berharap, terkait kebijakan menteri baru ini, evaluasi terkait cantrang bisa ada kejelasan. Sebab, saat ini nelayan sudah gelisah sebab belum ada kepastian.

“Minta kepada pemerintah provinsi dan pusat untuk secepatnya mengeluarkan atau memberi kesempatan agar bisa bekerja dengan lancar,” katanya.

Nelayan Rembang menurutnya sudah taat pada peraturan. Apabila melaut mereka harus dilengkapi dengan surat-surat. Seperti yang diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, sekitar Maret 2020 lalu izin cantrang sudah habis. Namun para nelayan sudah melakukan pengurusan perpanjangan.

Memang, saat itu ditemui sejumlah kendala. Seperti kepengurusan perpanjangan melalui sistim online. Sementara masih ada nelayan yang belum siap dengan hal tersebut. “mereka melaut kalau tidak ada surat dokumen yang komplit tidak berani,” ujarnya.

Apabila cantrang tidak diperbolehkan, kata dia, akan bisa berdampak pada nelayan. “Cantrang ini kami sudah melakukan kajian. Beberapa kali bahkan difasilitasi dari akademisi. Bahwasannya cantrang itu bukan alat tangkap yang tidak serta merta merusak terumbu karang,” imbuhnya. Menurut dia, semua pekerjaan ada segi positif dan negatif. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP