alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Jam Operasional Destinasi Wisata di Rembang Tak Jelas

12 Januari 2021, 16: 38: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

JEMBATAN MERAH: Sejumlah wisatawan menikmati fasilitas menikmati destinasi wisata di jembatan merah mangrove Pasar Mbaggi Rembang belum lama ini.

JEMBATAN MERAH: Sejumlah wisatawan menikmati fasilitas menikmati destinasi wisata di jembatan merah mangrove Pasar Mbaggi Rembang belum lama ini. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Kabupaten Rembang kemarin (11/12) resmi menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Rembang nomor 440/0029/2020. Namun dalam SE tersebut jam beroperasi wisata belum ada kejelasan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) hingga kemarin masih konsultasi lebih lanjut. Sebab SE gubernur secara spesifi k menunjuk destinasi wisata tetap buka sampai 15.00 atau dipotong dua jam.

SE dari bupati yang dikeluarkan tanggal 8 Januari hanya menyebutkan fasilitas umum. disitu belum tentu destinasi wisata. Menurut pemahaman OPD terkait, hasil musyawarah tetap mengacu sebelum nanti ada penjelasan lebih lanjut destinasi tetap buka.

”Khususnya yang sudah mendapatkan rekomendasi penerapan prokesnya. Sampai dengan pembatasan pukul 15.00 sore. Kemudian Kamis dan Jumat tetap tutup,” kata kepala Dinbudpar Rembang, Dwi Purwanto melalui PLt Kabid Destinasi, Purwono, kemarin (10/1).

Ada beberapa tambahan selama penerapan PPKM. Sebelumnya kapasitas pengunjung dibatasi sampai 50 persen. Kini dipangkas lagi 25 persen dengan prokes ketat. Kebijakan ini dikoordinasikan pengelola. Diminta sikapi.

“Dengan dibatasi kapasitas 25 persen, kalau menurut pengelola dari sisi manajemen merugikan. Mereka diberikan pilihan, untuk menutup atau sebaliknya. Namun yang pasti dan ditekankan aturan tersebut harus dijalankan. Usaha pariwisata khususnya destinasi tetap harus mengacu tata aturan dari pemerintah. Jangan sampai wisata menjadi kluster,” penekanannya.

Sebelumnya OPD terkait terus berkoordinasi pihak pengelola. Untuk menyatukan kegiatan-kegiatan dan menyikapi prokes. Karena PPKM tidak larangan, hanya pembatasan. Sehingga harus lebih ketat kembali dari waktu buka hingga pelayanannya.

Ditambahkan untuk tahun 2021. Sementara yang belum melakukan simulasi dan memiliki rekomendasi pihak OPD belum melayani pelaksaan tersebut. Di Rembang lebih dari 50 persen, dari total ada 30-an destinasi yang ada.

”Untuk yang sudah merekomendasi tetap masih 11 destinasi. Yang belum rekomendasi sekitar 14-15 destinasi,” katanya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP