alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Jadi Langganan Banjir, Sungai di Cepu Perlu Pelebaran Satu Meter

12 Januari 2021, 14: 00: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

Hadi Praseno, Kepala BPBD Blora

Hadi Praseno, Kepala BPBD Blora (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Cepu menjadi langganan banjir setiap kali datang hujan deras berdurasi lama. Meski dari tahun ke tahun hampir selalu terulang, namun belum ada solusi konkret untuk memecahkan masalah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Hadi Praseno mengungkapkan, ada sejumlah titik sungai yang patut menjadi perhatian, supaya banjir bisa dikurangi. Terutama di wilayah Ngareng, Kecamatan Cepu, yang sering menjadi langganan.

Juga di sungai yang melewati Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM) Migas. Titik lain, seperti di kawasan Mentul dan Kelurahan Ngroto, perlu mendapatkan perhatian.

”Banjir terjadi karena terjadi penyempitan saluran dan pendangkalan saluran saluran yang bermuara ke bengawan Solo,” ujarnya kemarin.

Hadi menambahkan, untuk itu perlu pelebaran sungai masing-masing satu meter kanan dan kiri sungai. Dengan begitu, sungai bisa lebih menampung debit air lebih banyak saat hujan deras.

Meski begitu, Hadi memang tak menampik jika Cepu berada di dataran rendah. Untuk itulah banyak titik yang langsung tergenang saat terjadi hujan deras dengan durasi yang cukup lama.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait wacana normalisasi tersebut.

Sebagaimana diketahui, pada Jumat (8/1) lalu, sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Cepu tergenang banjir selama beberapa jam. Hal itu menyusul hujan deras yang terjadi sejak petang hingga sungai meluap. 

(ks/ful/lin/top/JPR)

 TOP