alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Seorang Nenek Hanyut Terbawa Arus Sungai Saat Buang Sampah

12 Januari 2021, 13: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

HILANG: Tim SAR gabungan tengah mencari orang yang disinyalir terseret arus Sungai Nalumsari saat hendak membuang sampah kemarin (11/1).

HILANG: Tim SAR gabungan tengah mencari orang yang disinyalir terseret arus Sungai Nalumsari saat hendak membuang sampah kemarin (11/1). (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Seorang wanita berusia 74 tahun dinyatakan hilang kemarin (11/1) pagi. Wanita yang diketahui bernama Kasminah itu diketahui terseret arus ketika hendak membuang sampah. Kejadian tersebut terjadi di Desa Nalumsari. Pencarian orang hilang tersebut melibatkan operasi tim sar gabungan yang terdiri dari berbagai lembaga.

Saat koran ini meninjau lokasi pencarian di Blimbingrejo, banyak warga yang turut menyaksikan proses pencarian dari atas jembatan. Dalam operasi pencarian tersebut BPBD Jepara juga dibantu oleh BPBD Kudus.

Saiful Aziz dari bagian Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Jepara mengatakan korban disinyalir hanyut ke sungai saat hendak membuang sampah. ”Ia melakukan rutinitas di pagi harinya dengan membuang sampah di sungai. Saat itu korban turun ke sungai, tapi tiba-tiba arus datang dari hulu cukup deras sehingga dia turut terseret arus,” ujar Saiful.

Berdasarkan penuturan Saiful terdapat saksi mata yang melihat korban hanyut dan mencoba menolong korban namun tak berhasil. ”Ada saksi yang mencoba melempar tali untuk menolong korban. Tapi korban gak bisa mencapainya akhirnya kembali hanyut,” ungkap Saiful.

Proses pencarian tersebut dimulai dari pukul 08.00 pagi. Dalam operasi pencarian orang hilang di Nalumsari, BPBD Jepara bekerjasama dengan BPBD Kudus dan PMI Kudus. Beberapa lembaga kemanusiaan di Jepara juga turut membantu proses pencarian.

Proses pencarian orang hilang tersebut difokuskan di kawasan aliran Sungai Nalumsari hingga DAM Blimbingrejo. Proses penyisiran dilakukan dengan menyusuri aliran sungai menggunakan tiga buah perahu polytelin. ”Ada tiga buah perahu yang digunakan. Dua dari Kudus, dan satu dari Jepara,” kata Saiful.

Saiful menjelaskan proses pencarian dilakukan di bagian atas DAM Blimbingrejo terlebih dahulu. Namun pencarian akan dilakukan dibagian bawah DAM bila tak membuahkan hasil hingga siang hari. (rom)

(ks/him/top/JPR)

 TOP