alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Hujan Deras Sebabkan Pusat Jepara Tergenang Banjir

Satu Pompa Air Tak Berfungsi

12 Januari 2021, 11: 23: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

DAYUNG: Genangan air akibat luapan Sungai Sengapan Tegalsambi, Tahunan, Jepara, kemarin. Beberapa anak muda memanfaatkan main perahu menyusuri perkampungan yang tergenang.

DAYUNG: Genangan air akibat luapan Sungai Sengapan Tegalsambi, Tahunan, Jepara, kemarin. Beberapa anak muda memanfaatkan main perahu menyusuri perkampungan yang tergenang. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Hujan deras mengguyur kawasan Jepara kota kemarin (11/1) dini hari. Kondisi itu menyebabkan beberapa kawasan pusat Kota Jepara tergenang. Genangan air tersebut muncul sekitar pukul 04.00 atau sebelum subuh. Mulai surut sekitar pukul 08.00 pagi. Genangan banjir mengelilingi gedung pusat Pemerintahan Jepara dan beberapa kediaman warga.

Selain rumah dinas wakil bupati yang tergenangi banjir, beberapa kantor pemerintahan di Jepara mengalami nasib sama.

Hujan yang mengguyur sejak dini hari menimbulkan aliran Sungai Kanal dan Sungai Wiso meninggi. Akibatnya, saluran air dalam kota tak mampu mengalirkan air dari di kawasan Kota Jepara.

TENGGELAM: Hujan deras sejak dini hari, beberapa ruas jalan dan pemukiman di kawasan Kota Jepara terendam banjir kemarin (11/1).

TENGGELAM: Hujan deras sejak dini hari, beberapa ruas jalan dan pemukiman di kawasan Kota Jepara terendam banjir kemarin (11/1). (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Hingga pukul 07.00 pagi, banjir masih menggenangi sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Jepara. Beberapa ruas jalan yang tergenang Jalan Pemuda, Jalan Dr. Sutomo, Jalan MH Tamrin, Jalan Chairil Anwar, Jalan Kartini, Jalan Kol. Sugiono, dan Jalan MT Haryono.

Selain merendam beberapa ruas jalan juga menggenangi beberapa pemukiman. Di antaranya di Kelurahan Kauman dan pemukiman yang terletak di Gang Maju II depan RS Graha Husada.

Ketinggian air banjir tiap lokasinya berbeda. Air yang menggenangi di kawasan Jalan Pemuda ketinggiannya sekitar 10 hingga 15 sentimeter. Genangan tersebut surut sekitar pukul 05.00 pagi. Begitu pula air yang menggenang di kawasan Jalan Kartini depan Masjid Agung Jepara. Ketinggiannya sekitar 10 hingga 15 sentimeter dan surut sekitar pukul 05.00.

Genangan banjir yang menggenangi kawasan Jalan Dr. Sutomo ketinggiannya mencapai 10 sentimeter dan baru surut sekitar pukul 08.00. Kawasan Jalan MH Tamrin yang berada di depan RS Graha Husada juga terdapat genangan air setinggi 10 sentimeter dan belum surut hingga pukul 08.00.

Genangan banjir tertinggi di kawasan Jalan Kol Sugiono dengan ketinggian air hampir 30 sentimeter. Genangan tersebut belum surut hingga pukul 08.30.

Beberapa rumah penduduk di RT 1/RW II, Kelurahan Kauman, Jepara, pagi itu juga turut terendam.

Siswoyo, ketua RT setempat mengatakan terdapat sekitar empat rumah warganya terendam. ”Tadi pagi air masuk pas waktu Subuh. Ketinggian air mencapai 25 sentimeter. Mulai surut ini sekitar jam tujuh pagi,” ujar Siswoyo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jepara melalui Kabid Pembangunan dan Pemeliharan Pengaliran Sumono mengatakan banjir yang terjadi di dalam kota diakibatkan aliran sungai kecil di dalam kota terhambat masuk ke tempat pembuang di Sungai Wiso dan Sungai Kanal karena permukaan airnya sedang tinggi. Akibatnya aliran sungai kecil tersebut meluber dan menggenangi beberapa kawasan.

”Kebetulan semalam hujan deras di kawasan kota maupun di kawasan gunung. Akibatnya permukaan Sungai Kanal dan Sungai Wiso tinggi. Kali Wiso tetap terkendali, pintu bendungnya tertutup,” ujar Sumono.

Sumono mengatakan di Jepara terdapat dua pompa air untuk pengendalian banjir. Namun saat ini pompa tersebut tinggal satu. Sumono mengatakan pompa yang terletak di dekat SCJ dibongkar dan saat ini belum terpasang. ”Adanya kesalahan kontruksi. Sehingga dibongkar,” kata Sumono.

Pompa air di aliran Kali Wiso berdasarkan penuturan Sumono justru menghambat aliran air yang dibuang dari kota. Sumono mengatakan terkait drainase dalam kota tak ada masalah.

Berdasarkan penuturan Sumono, banjir di kawasan kota bisa terjadi bila permukaan air di Kali Wiso dan Kali Kanal tinggi. ”Permukaan tanah di kawasan kota lebih rendah dari Kali Kanal dan Kali Wiso. Bila hujan deras air yang berada di kota akan sulit untuk keluar,” ujarnya.

Terkait penanganan banjir kemarin, Sumono mengaku pihaknya mencari titik sumbatan yang menyumbat drainase. (rom)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP