alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Terungkap Penyebab Normalisasi Sungai Piji Masih Belum Terealisasi

12 Januari 2021, 10: 14: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

KURANG PERAWATAN: Selain kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Piji kurang perawatan, sungai itu hingga kini belum dinormalisasi. Salah satu titik tanggul di sungai itu jebol Sabtu (9/1).

KURANG PERAWATAN: Selain kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Piji kurang perawatan, sungai itu hingga kini belum dinormalisasi. Salah satu titik tanggul di sungai itu jebol Sabtu (9/1). (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Pada akhir Februari tahun lalu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku siap memfasilitasi perizinan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terkait normalisasi Sungai Piji. Namun nyatanya hingga sekarang rencana tersebut belum juga terealisasi. Saat musim hujan, permasalahan di aliran sungai Piji selalu muncul. Mulai dari sampah kiriman yang menumpuk hingga permasalahan tanggul jebol.

Pelaksana Sungai BBWS Pemali Juana Danis Handoyo mengatakan jika kegiatan normalisasi di aliran Sungai Piji saat ini memang belum bisa diproses. Sebab untuk melaksanakan normalisasi sungai perlu perencanaan matang.

”Kalau aliran Sungai Piji yang di Desa Kesambi itu belum direncanakan. Baru diusulkan. Kalau kegiatan BBWS yang dianggarkan lewat APBN, birokrasinya harus benar semua,” ungkapnya.

Terkait permasalahan tanggul aliran sungai Piji, dia mengatakan hampir sama di sejumlah daerah yang dilewatinya. Yakni pasangan parapet yang sudah tua dan terus teregus air. "Permasalahannya sama, pasangan parapet menua, kena arus jadi rontok," terangnya.

Diakuinya, dalam sistem OP di BBWS, perbaikan dilakukan by accident. Artinya ketika ada kejadian baru ditangani. Meskipun demikian, pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan daerah untuk bisa melakukan upaya antisipatif.

Salah satunya dengan mengizinkan menambal secara swadaya tanggul-tanggul yang rembes. ”Kalau ada rembes boleh ditambal swadaya. Lakukan saja, tidak perlu prosedural apa-apa,” jelasnya.

Pihaknya pun berharap setiap daerah bisa membentuk aktivis sungai. Dimana ada kegiatan untuk selalu mengecek kondisi sungai. Termasuk mendukung wacara pembuatan jaring-jaring sampah di setiap desa yang saat ini sedang digagas Pemkab Kudus.

Sementara itu Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, rencana pembuatan jaring-jaring sampah belum bisa direalisasikan. Sebab, pihaknya baru berencana menganggarkannya pada APBD perubahan 2021.

"Perlu anggaran untuk itu, nanti harapannya bisa dianggarakan Dinas PUPR melalui perubahan APBD 2021. Selain pemasangan jaring-jaring juga dibentuk satgas untuk memonitor. Jadi ketika ada sampah langsung dibersihkan, jangan sampai turun ke bawah," tandasnya.

(ks/daf/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya