alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Angga Wijayanto, Pembuat Batik Karakter Anime

Karya Wayang Sinta dan Karakter Anime Dipesan Warga Singapura

11 Januari 2021, 10: 20: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

KREATIF: Angga di depan batik buatannya berkarakter anime One Piece baru-baru ini.

KREATIF: Angga di depan batik buatannya berkarakter anime One Piece baru-baru ini. (ANGGA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

Batik umumnya bermotif khas Nusantara. Namun, di tangan Angga Wijayanto, batik disulap dengan motif karakter anime One Piece. Dari ketekunannya, batiknya terjual hingga Singapura. Karya itu berbatik wayang sinta dan karakter anime.

SAIFUL ANWAR, Radar Kudus

BEBERAPA pajangan batik dengan karakter tokoh One Piece yang lain berjajar rapi di dinding rumah rumah Angga Wijayanto Desa Cabak, Jiken, Blora. Di antaranya ada gambar tokoh Tashigi dan Shirahoshi

”Saya buat batik tokoh anime itu karena saya suka One Piece,” ujar Angga Wijayanto pembuat batik baru-baru ini.

Di rumah Angga, sapaannya, setiap tamu pasti akan menemukan deretan komik One Piece. Dari seri awal perjalanan hingga seri terbarunya.

”Saya suka sudah sejak kecil. Kalau dulu nonton di televisi. Sekarang baca komiknya,” imbuhnya.

Dari kecintaanya itu, menginspirasinya membuat batik karakter anime. Dia pun banyak membuat batik karakter One Piece.

Dia mengaku, sebelum dirinya membuat batik anime, sebenarnya dirinya lebih dulu membuat batik karakter metal. Atau dia sebut dulu batik metal.

”Jadi batiknya itu seperti gambar tengkorak, bentuk jantung, bola mata dan karakter yang menyeramkan lainnya,” kata Angga.

Maklum saja, selain pecinta anime, Angga juga salah satu musisi metal di Blora. Maka karakter metal juga memengaruhi dalam seni pembuatan batiknya.

Belakangan, karena menyadari bahwa batik metal yang dia buat itu terkesan menyeramkan, dia kemudian mencoba karakter lain. Lalu muncullah karakter anime ini sebagai batiknya. Angga pun kemudian menekuni keduanya. Membuat batik anime dan tetap membuat batik metal.

”Dulu sebelum pandemi, saat masih bisa membuka event musik metal, saya selalu jualan batik juga,” aku Angga.

Selain kedua karakter tersebut, Angga, juga membuat batik khas Blora. Seperti batik daun jati, batik wayang, dan lainnya.

Meski punya banyak corak, namun ada ciri khas di karya Angga. Yakni selalu ada lambang bulan sabit. Itu merupakan simbol batik buatannya.

”Simbol itu juga saya buat terinspirasi dari One Piece juga,” kata dia.

Angga mengaku keahliannya membuat batik itu dia dapat sejak 2011. Saat bekerja di tempat produksi batik orang Blora. Setelah keluar, dia nekat membuka usaha sendiri hingga sekarang.

Sebelum pandemi dalam satu bulan Angga bisa menjual 30 batik lebih. Kebanyakan batiknya dijual di Jawa Timur. Penjualannya, menurut Angga melalui media sosial dan bekerja sama dengan temannya.  ”Sudah punya teman yang mau jadi reseller. Sudah di tiga kota, malah, tapi di Jawa Timur. Ada Jombang, Mojokerto, dan Gresik. Kalau di Jawa tengah hanya saya,” ungkapnya.

Tidak hanya laku di pasar domestik, batik karakter anime buatan Angga juga laku di luar negeri, yakni Singapura. Bukan anime, tapi yang dipesan adalah karakter wayang Sinta. Namun berbentuk putri Shirahoshi, yang mana karakter ini adalah seorang putri duyung. Sehingga batik tersebut berbentuk tubuh wayang Sinta dan kaki duyung.

”Ini pesanannya minta dibentuk baju,” imbuhnya.

Semua batik yang dibuat oleh Angga merupakan batik tulis. Sehingga antara karakter berbeda-beda. Di tengah pandemi seperti sekarang ini, Angga mesti pandai menyiasati. Sebab, pembeli sepi. Angga pun harus memutar otak agar usaha batiknya bisa terus berjalan. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP