alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Plt Bupati Kudus Hartopo Siap Jadi Orang Pertama Divaksin Covid-19

09 Januari 2021, 17: 08: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

SIAP DIVAKSIN: Sebanyak 2400 tenaga kesehatan siap dilakukan dan mendapatkan prioritas vaksis untuk menangani wabah virus korona.

SIAP DIVAKSIN: Sebanyak 2400 tenaga kesehatan siap dilakukan dan mendapatkan prioritas vaksis untuk menangani wabah virus korona. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Distribusi vaksin covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) ada penundaan. Sehingga, sampai di Kudus juga mundur. Meski tertunda, Plt Bupati Kudus Hartopo siap kalau diberi vaksin pertama.

”Kalau saya siap setiap saat bila diberi vaksin covid-19. Untuk memberikan contoh pada masyarakat, supaya tidak ketakutan dan menepis hoax yang salama ini beredar. Demi kebaikan bersama, saya siap,” jelasnya.

Hartopo menambahkan, vaksin diberikan pada tenaga kesehatan. Dapat jatah 6.000 vaksin tapi diberikan bertahap lebih dulu sekitar 2.400 vaksin. Menurutnya, vaksin covid-19 ini sebagai antibodi, jadi jangan takut untuk divaksin.

”Penyebaran virus covid-19 makin meningkat. Kami berharap untuk masyarakat umum, jangan pernah ragu untuk divaksin,” tegasnya.

 Ditempat terpisah, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kudus dokter Ahmad Syaifuddin, menerangkan, vaksin covid-19 ini diperuntukkan bagi orang yang belum terpapar covid-19. Prinsipnya, pemberian vaksin sebagai kekebalan tubuh untuk membuat antibodi.

”Ketika orag terpapar virus maka antibodi akan melawan. Sehingga tubuh tetap akan merespon untuk membentuk kekebalan, vaksin itu virus yang sudah dilemahkan, jika dimasukkan dalam tubuh, antibody akan merespon. Jadi pada prinsipnya sama,” jelasnya.

Ditambahkan, pemberian vaksin diutaman orang-orang yang pasti memiliki resiko tinggi untuk tertular. Maka dari itu harus diberikan vaksin terlebih dahulu. Dokter Ipul menjelaskan, vaksin bekerja untuk menghilangkan penyakit tertentu dan mengumpulkan kekebalan dengan melindungi tubuh dan melatihnya untuk mengenali pola infeksi.

”Ini biasanya dilakukan dengan menggunakan versi virus yang tidak aktif atau serupa dan melatih sistem kekebalan untuk mengenali ketegangan dan mengembangkan pertahanan. Tubuh lebih siap untuk menangani serangan di masa depan dan memproduksi antibodi yang diperlukan,” ungkapnya.

Sementara itu, orang yang telah terinfeksi covid-19 memiliki antibodi dan sel T sistematis serta tingkat sel B memori yang melindungi mereka dari serangan infeksi di masa depan. Kekebalan covid-19 dapat bertahan lebih lama.

”Memiliki pertahanan alami dalam tubuh untuk membasmi infeksi jika menyerang lagi. Oleh karena itu, suntikan vaksin mungkin tidak terlalu membantu saat ini,” imbuhnya. 

(ks/san/him/top/JPR)

 TOP