alexametrics
Kamis, 21 Jan 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Setahun Perhutani KPH Blora Rugi Rp 739 Juta

09 Januari 2021, 16: 35: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

AMANKAN: Aparat kepolisian mengamankan kayu hasil curian belum lama ini.

AMANKAN: Aparat kepolisian mengamankan kayu hasil curian belum lama ini. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA - Selama 2020, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora rugi Rp 739,097 juta. Selain itu kehilangan pohon atau tunggakan 1.928 batang. Hal ini disebabkan ilegal logging.  

Tercatat ada tujuh tersangka dalam enam kasus selama 2020.

Administratur (Adm.) KPH Blora Agus Widodo mengungkapkan kerugian ini turun dibandingkan 2019. Di mana dengan kasus dan tersangka yang sama, KPH Blora mengalami kerugian sebesar Rp 1,207 miliar. Sementara jumlah pohon atau tunggakan yang hilang sebanyak 3.662 batang.

”Tahun ini turun dibandingkan tahun lalu. Meski jumlah kasus dan tersangkanya sama,” bebernya.

Meski begitu, pihaknya terus berusaha memperhatikan dan bekerja sama dengan masyarakat lingkungan hutan. Bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Sehingga ilegal logging bisa terus ditekan. Selain itu masyarakat bisa sadar pentingnya merawat dan menjaga hutan.

”Kami selalu bersinergi, baik dengan masyarakat lingkungan hutan dan petugas dari TNI-Polri untuk menjaga kelestarian hutan,” tegasnya.

Agus Widodo menegaskan memberikan bantuan sosial melalui dana bina lingkungan kepada masyarakat di lingkungan hutan. Tahun 2020 sendiri bantuan yang dikeluarkan sebesar Rp 175 juta. Sudah dibagikan ke warga binaan di lingkungan hutan KPH Blora.

”Melalui dana bina lingkungan dan bagi hasil kayu diharapkan bisa bekerja sama untuk menjaga dan melestarikan hutan. Sebab hutan adalah jantungnya alam. Banyak sekali manfaatnya,” bebernya. 

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP