alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Resmi Dilantik Jadi Rektor UMK, Prof Darsono Usung Semangat Baru

09 Januari 2021, 16: 25: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

RESMI DISERAHKAN: Serah terima jabatan rektor Universitas Muria Kudus dari rektor lama Dr Suparnyo kepada rektor baru Prof Darsono MSi.

RESMI DISERAHKAN: Serah terima jabatan rektor Universitas Muria Kudus dari rektor lama Dr Suparnyo kepada rektor baru Prof Darsono MSi. (SAMODRA DAHLIYA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) kini memiliki rektor baru. Prof Dr Darsono MSi  resmi menjabat sebagai rektor UMK menggantikan rektor sebelumnya Dr Suparnyo. Seremonial pelantikan dilaksanakan di gedung Auditorium UMK (9/12) pagi tadi.

Prof Darsono menjabat sebagai rektor dalan periode 2021-2025 mendatang. Pelantikan rektor baru dilakukan Ketua Yayasan Pembina UMK J Wahyu Wardhana. Hadir pula dalam pelantikan tersebut Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jateng Prof Dr Ir M Zainuri DEA, Plt Bupati Kudus HM Hartopo, serta unsur forkopimda Kabupaten Kudus.

Prof Darsono mengatakan, dengan memprioritaskan kredo UMK MAJU, ia akan berupaya menjadikan universitas yang dipimpinnya semakin maju. Kata MAJU itu juga ia paparkan dalam beberapa makna.

TAATI PROKES:  Rektor Baru UMK menerima ucapan selamat dengan tetap menjalankan prosedur kesehatan Covid-19.

TAATI PROKES:  Rektor Baru UMK menerima ucapan selamat dengan tetap menjalankan prosedur kesehatan Covid-19. (SAMODRA DAHLIYA/RADAR KUDUS)

Huruf ‘M’ menurut dia, membersamai sivitas UMK dalam menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan tinggi yang unggul, berbasis kearifan lokal dan berdaya saing global.

“Lalu ‘A’ yang memiliki makna aktif  mencari dan memberi nilai tambah terbaik untuk UMK dalam peradaban maju dan produktif,” jelasnya.

Kemudian, “J” berarti meluaskan Jejaring UMK baik mitra lokal, baik dalam ataupun luar negeri untuk menunjang penguatan unggul bereputasi. Yang terakhir ada “U”, dengan arti Unggul berkarya  menjadi mantra sivitas UMK dalam bekerja.

“Mewujudkan UMK Maju harus mapan dalam kelembagaan, kuat, sehat dalam penganggaran, serta tanggung dalam persaingan lokal, nasional, ataupun internasional,” ucapnya.

Beberapa sektor, lanjut Darsono, juga masih perlu ditingkatkan. Seperti kualitas pendidikan, pengajaran,  penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, sarana prasarana, kemahasiswaan, alumni, kerja sama, kelembagaan hingga kesehatan anggaran.

“Belajar dari pandemi, secara keseluruhan meningkatkan daya resiliensi dan survalitas civitas UMK dengan peningkatan kapasitas penyediaan IT yang memadai,” ungkapnya.

Tak hanya itu, rektor baru ini pun juga memiliki banyak tantangan di Kudus yang merupakan second city. Yang paling penting, tentang tata kelola yang serba digital yang akan membuat tatanan UMK semakin kompleks.

“Bisa bertahan mencari mahasiswa yang berkualitas dan dengan output berdaya guna tinggi dan juga untuk bisa lebih berkontribusi terhadap wilayah layanan yang lebih spesifik, unik dan insentif,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam pengembangan pendidikan di Kudus, UMK memiliki keunggulan yang tidak dimiliki perguruan tinggi lainnya. Karena UMK didukung langsung oleh perusahaan-perusahaan besar level dunia yang berada di Kudus. (lia)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya