alexametrics
Selasa, 19 Jan 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Melepas Ketua Tim Penanganan Covid-19 Rembang

Bupati Beri Julukan Tokoh Kesehatan Kota Garam

09 Januari 2021, 10: 30: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

PENGHORMATAN TERAKHIR: Para sejawat melepas keberangkatan jenazah dr Budi Darmawan di RSUD dr R Soetrasno Rembang kemarin.

PENGHORMATAN TERAKHIR: Para sejawat melepas keberangkatan jenazah dr Budi Darmawan di RSUD dr R Soetrasno Rembang kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

Dokter Budi Darmawan gugur setelah bertarung melawan Covid-19. Bupati Rembang menjulukimu sebagai tokoh kesehatan. Saat pelepasan, para rekan membentuk pagar betis sepanjang sekitar 50 meter dan mengambil sikap hormat saat ambulans lewat.

VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI L, Rembang, Radar Kudus

DUA lilin menyala di bawah peti berornamen salib, tempat peristirahatan jenazah dr Budi Darmawan.  Fotonya yang sedang tersenyum itu, diletakkan di depan. Para kolega duduk di sekitar halaman kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang.

SELAMAT JALAN: Karyawan RSUD dr Soetrasno Rembang membentuk pagar betis dan memberikan hormat saat mengantarkan jenazah dr Budi kemarin.

SELAMAT JALAN: Karyawan RSUD dr Soetrasno Rembang membentuk pagar betis dan memberikan hormat saat mengantarkan jenazah dr Budi kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Ada Bupati Rembang Abdul Hafidz, Direktur RSUD Agus Setyohadi, dan para rekan sejawat. Sementara itu, para karyawan RSUD lain berbaris membentuk pagar betis. Dari halaman kamar jenazah sampai pintu keluar rumah sakit. Panjangnya sekitar 50 meter.

Dr Budi berpulang Kamis (7/1) setelah lebih dari tiga pekan menjalani perawatan di RSUD. Akibat terkonfirmasi Covid-19. Bagi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Rembang Bambang Suyanto, tim medis yang bertugas sudah berupaya semaksimal mungkin. ”Tetapi tuhan lebih sayang dengan Mas Budi. Kami semua merasa kehilangan,” tuturnya.

Direktur Agus Styohadi melihat sosok dr Budi sebagai seorang karyawan yang berdedikasi. Di masa pandemi, dia yang tergabung dalam satuan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Ketika Covid-19 mengamuk di Kota Garam dan menyebabkan ratusan orang kelimpungan, dia sigap bergerak mencari pertolongan.

Semarang, Gresik, hingga Surabaya ditempuhnya untuk mencari plasma konvalesen. Yang memang merupakan salah satu metode terapi untuk pasien Covid-19.

Dalam lingkup internal RSUD, dr Budi juga mengambil peran penting. Mengabdi di Rembang sejak 1999 sampai tiga tahun kemudian, diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN). Dalam perjalanan karirnya, dia juga berperan dalam berbagai sektor. Mulai ketua akreditasi, pelaksana remunerasi, hingga anggota gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

Melihat kiprahnya itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz sampai menjulukinya sebagai tokoh kesehatan di Rembang. Karena juga menjadi ketua Tim Penanganan Covid-19. ”Dengan pengabdian itu, ia (dokter Budi, Red) justru meninggalkan kita,” ujarnya.

Dari ilmu yang diwariskan, Hafidz berharap, agar itu semua bisa diteruskan. Agar kabupaten yang berbagtasan langsung dengan Jawa Timur ini, segera keluar dari pandemi Covid-19.

Hafidz pun melepas kepergian jenazahnya, yang akan diantarkan ke Semarang. Para petugas menggotong peti sang tokoh kesehatan Rembang itu. Kemudian memasukkan ke dalam ambulans.

Mobil polisi mengawal di depan. Sirine dinyalakan. Para karyawan yang berbaris mengangkat tangan memberikan penghormatan. Juga tangisan perpisahan. Mobil perlahan melaju sampai keluar gerbang. Lalu melanjutkan mengantar sampai tempat peristirahatan. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya