alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Angin Kencang Terjang Jepara, Sebabkan Atap Terbang, Pohon Tumbang

08 Januari 2021, 16: 46: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

BOLONG: Warga menunjukkan bagian atap rumahnya yang hilang tersapu angin puting beliung di Desa Langon, Kecamatan Tahunan kemarin (7/1).

BOLONG: Warga menunjukkan bagian atap rumahnya yang hilang tersapu angin puting beliung di Desa Langon, Kecamatan Tahunan kemarin (7/1). (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/ RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Hujan yang mengguyur beberapa wilayah di Jepara pada Kamis (7/1) mengakibatkan bencana alam. Yakni angin puting beliung di Desa Langon, Kecamatan Tahunan dan longsor di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling.

Berdasarkan penuturan Agus, salah seorang warga yang rumahnya terdampak, pusaran angin itu datang dari arah barat dan melaju ke timur. ”Memang saat itu sedang hujan. Tiba-tiba ada awan gelap yang membentuk pusaran gitu. Dalam sekejap atap rumah itu berterbangan,” kata Agus.

Saat koran ini meninjau lokasi terjadinya angin puting beliung di RT 1/RW 1, Desa Langon, puing-puing bangunan dan pohon yang rubuh telah dibersihkan oleh warga. Dari kejadian itu, ada tiga rumah yang rusak.

KERJA SAMA: Petugas gabungan membersihkan material longsor berupa tanah dan batu yang menutup akses jalan di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling.

KERJA SAMA: Petugas gabungan membersihkan material longsor berupa tanah dan batu yang menutup akses jalan di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling. (BPBD JEPARA FOR RADAR KUDUS)

”Sebagian besar atap rumah kami yang rusak. Beberapa bagian rumah seperti dapur dan kamar mandi atapnya hilang tersapu angin,” ujar Agus sembari menunjukkan bagian rumahnya yang mengalami kerusakan.

Kepala Desa Langon Suharto mengatakan, angin puting beliung yang menerjang desanya berlangsung hanya sekejap. ”Angin itu jalan. Mungkin hanya berlangsung sekitar lima menit.” kata Suharto saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia mengaku saat itu memperoleh info dari ketua RT yang daerahnya tersapu angin. Namun saat ia dan perangkatnya meninjau daerah yang terdampak, masyarakat telah membersihkan puing-puing bangunan yang rusak dan pohon-pohon tumbang.

”Kerusakannya minim. Tidak sampai ratusan juta. Pohon yang tumbang hanya dua. Yaitu pohon jambu dan pohon beringin,” ujar Suharto.

Selain angin puting, BPBD Jepara mencatat pada pukul 15.30 kemarin juga terjadi longsor di RT 7/RW 4, Desa Damarwulan, Kecamatan Keling. Tanah longsor yang diakibatkan oleh runtuhnya tebing tinggi itu mengakibatkan akses jalan tertutup.

Untuk menanggulangi tanah longsor tersebut, pihak BPBD Jepara dibantu oleh jajaran TNI, Polri, relawan Destana serta tim Rescue gotong royong membersihkan material longsor. (rom)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya