alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Program Kampung Tangguh di Remang Diaktifkan, Anggaran Dievaluasi

08 Januari 2021, 11: 00: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

DISTRIBUSI: Bupati Rembang Abdul Hafidz menyerahkan Jogo Tonggo Kit dari Pemprov jateng kepada desa-desa sekitar Juli 2020 lalu

DISTRIBUSI: Bupati Rembang Abdul Hafidz menyerahkan Jogo Tonggo Kit dari Pemprov jateng kepada desa-desa sekitar Juli 2020 lalu (HUMAS PEMKAB REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengaktifkan kembali program “Jogo Tonggo” dan “Kampung Tangguh”. Suport anggaran dari kabupaten masih menunggu hasil evaluasi berjalannya kegiatan tersebut.

Beberapa hari terakhir, Pemkab secara bertahap melaksanakan rapat koordinasi bersama para kepala desa yang ada di 14 kecamatan. Terkait pengaktifan program Jogo Tonggo. Selanjutnya, kegiatan ini akan dipantau. Apabila ada kendala, desa-desa akan didukung perlakuan khusus.

“Mungkin ada strategi tersendiri yang dilakukan,” kata Asisten Kesra dan Pemerintahan Sekertariat Daerah (Setda) Rembang Ahmad Mualif.

Disinggung tentang persiapan anggaran, pihaknya akan mengevaluasi lebih lanjut. Saat ini, pada program penanganan COVID-19 di desa masih menerap kan “ceriwis”. Atau saling mengingatkan.

Misalnya, ketika dalam satu lingkungan rukun warga (RW) ada kegiatan mengundang kerumunan. Seperti hajatan, atau arisan. Maka seorang pimpinan di lingkup tersebut harus mengingatkan tentang jaga jarak dan protokol kesehatan (prokes) lainnya.

Setelah itu, lanjut Mualif, pihaknya akan memantau dan mengevaluasi. Ditanya tentang support anggaran kegiatan di desa-desa, ia menjelaskan apabila hal tersebut memang yang menjadi kendala, dan harus dilakukan penganggaran, maka Pemkab bakal siap mendukung.

“Tapi kan tidak boleh asal. Apa pun nanti ditempuh oleh pemkab,” imbuhnya.

Pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rembang 2021 sendiri, cara pengalokasian anggaran untuk penanganan Covid-19 tak sama seperti 2020.

Mualif menjelaskan, jika tahun lalu ada penganggaran khusus untuk penanganan Covid-19, sekarang dana itu diplotkan pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kemudian, dari masing-masing instansi, diminta mengalokasikan untuk penanganan Covid-19.

“Kegiatan nanti dilakukan untuk pencegahan Covid-19,” ujarnya. 

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP