alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Kasus Covid-19 Merebak, Pembelajaran Tatap Muka di Jepara Ditunda

07 Januari 2021, 11: 12: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

TERAPKAN PROKES: Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) sempat berlangsung SMPN 1 Nalumsari beberapa waktu lalu. Namun Disdikpora Jepara memutuskan PTM ditunda.

TERAPKAN PROKES: Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) sempat berlangsung SMPN 1 Nalumsari beberapa waktu lalu. Namun Disdikpora Jepara memutuskan PTM ditunda. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Jepara belum bisa dilaksanakan Januari ini. Meskipun Menteri Pendidikan Nadiem Makarim telah membolehkan PTM dengan syarat yang ketat.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (kadisdikpora) Jepara Agus Tri Harjono saat ditemui (6/1) mengungkapkan, pembelajaran tatap muka sudah boleh. Namun ia mengikuti arahan gubernur Jawa Tengah untuk menunda PTM di sekolah.

Ia menjelaskan, kebijakan PTM diserahkan oleh daerah masing-masing. Dia beralasan kasus Covid-19 di Jawa Tengah kian merebak, maka PTM-pun ditunda. ”Kami belum bisa memastikan kapan akan dilaksanakan. Saat ini ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Agus.

Agus juga menerangkan di Jepara sempat dilaksanakan simulasi PTM di sekolah. Menurut jadwal, kegiatan tersebut dilaksanakan selama 11 kali dan bertempat di beberapa sekolah. Namun simulasi tersebut hanya dilaksanakan lima kali dan terpaksa harus dihentikan.

Hal itu karena terdapat beberapa siswa dan guru yang terpapar Covid-19. ”Terpaksa kami hentikan saat itu. Tapi kami sudah memperoleh data yang cukup untuk kami jadikan bahan evaluasi,” kata Agus.

Agus mengaku hingga saat ini tidak ada kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dimulai Sabtu (2/1) dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). ”Mungkin ada yang datang ke sekolah hanya untuk konsultasi dengan guru. Itu pun kami imbau untuk dibatasi. Jangan sampai berkerumun,” ungkap Agus.

Agus mengatakan saat ini Satgas Covid-19 Jepara tengah berupaya mengadakan tes swab bagi para guru di Jepara. ”Hal itu sebagai bentuk kepedulian kepada para pendidik tentunya,” katanya.

Ia menambahkan tes swab tersebut dilakukan oleh tim satgas Covid-19 di tingkat kecamatan di mana sekolah-sekolah tersebut berada. Kegiatan tersebut telah terlaksana pertengahan Desember tahun lalu dan masih berjalan hingga saat ini.

Namun, Agus belum mengetahui secara pasti ada berapa banyak guru yang telah dites swab dan berapa guru yang belum. Ia beralasan Disdikpora hanya diminta oleh satgas Covid-19 menginformasikan ke sekolah-sekolah terkait tes swab.

Agus menambahkan ada beberapa guru yang memilih untuk melaksanakan tes swab mandiri. Namun dengan biaya sendiri pula. ”Kami tidak memiliki info terkait siapa saja yang sudah dites dan mana saja yang beum. Lha wong pihak sekolah tidak pernah ngasih info ke kita. Paling ngasih info kalau ada yang positif saja,” kata Agus.

Ia pun meminta pihak sekolah membuat laporan terkait berapa jumlah guru yang di-swab dan bagaimana hasilnya. Berdasarkan penuturan Agus, pelaksanaan tes swab bagi para guru di Jepara hingga saat ini diperkirakan baru mencapai 10 persen hingga 20 persen.

”Mungkin baru 10 hingga 20 persen. Mengingat banyaknya guru yang ada di Jepara mulai PAUD hingga SMP. Belum lagi yang sekolah swasta dan pondok pesantren,” tutup Agus. (rom)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya