alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Ujian Nasional Dihapus dan Diganti Asesmen

06 Januari 2021, 15: 27: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

SAMPAIKAN INFORMASI: MKKS SMA Kudus menggelar sosialisasi Asesmen pengganti Ujian Nasional (Unas) di SMA 1 Bae Kudus kemarin.

SAMPAIKAN INFORMASI: MKKS SMA Kudus menggelar sosialisasi Asesmen pengganti Ujian Nasional (Unas) di SMA 1 Bae Kudus kemarin. (MKKS SMA KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA di Kudus menggelar kegiatan sosialisasi kemarin. Yakni asesmen sebagai pengganti ujian nasional (Unas).

Ketua MKKS SMA di Kudus Sudhiharto mengatakan, asesmen nantinya akan diterapkan minggu pertama Maret 2021. Asesmen ini tidak terkait mata pelajaran (Mapel), melainkan pada kompetensi dan karakter. Seperti, kemampuan literasi, numerasi, survei karakter, dan lingkungan sekolah.

”Sasaran 45 siswa yang dipilih secara acak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sekolah tidak tahu siapa saja siswanya yang dipilih. Jadi benar-benar objektif,” jelasnya.Pelaksanaannya, untuk siswa selama dua hari. Semacam bimbingan belajar dan secara daring.

Sudhiharto menerangkan, hari pertama literasi. Kedua survei karakter lingkungan sekolah. Ada kecenderungan bullying, sarpras sekolah memadai atau belum dan sebagainya.

Kemudian, asesmen guru diikuti seluruhnya baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun honorer dan kepala sekolah. Waktu dua minggu, yang disurvei ke lingkungan sekolah. ”Melalui daring semua,” katanya.

Hasil asesmen akan digunakan untuk diagnosis masalah dan perencanaan perbaikan pembelajaran oleh guru, kepala sekolah, serta Dinas Pendidikan. Untuk pemetaan awal mutu sistem serta penyetaraan hasil belajar bagi peserta didik program kesetaraan.

”Kementerian jadi mengetahui siswa pandai murni jerih payah sendiri karena disiplin atau rekayasa guru. Yang masih menjadi kendala, siswa merasa bosan membaca literasi yang panjang,” terangnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah Sunoto menambahkan, asesmen ini tidak menentukan kelulusan. Kriteria lulus diserahkan pada sekolah termasuk ujian sekolah dan tugas-tugas. Tidak berpengaruh dan tidak terkait. Siswa yang ikut asesmen tidak bisa dipengaruhi guru.

”Nantinya jawaban siswa dengan guru serta kepsek dikroscek. Sehingga, kami perlu sosialisasikan dan menyampaikan teknis pelaksanaannya,” terangnya. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya