alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Lima Rumah di Rembang Ludes di Lalap Api, Kerugian Ratusan Juta

06 Januari 2021, 10: 03: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

GOTONG ROYONG: Sejumlah warga di Dukuh Lencong, Desa Tegaldowo, Gunem, Rembang, kerja bakti membuat rumah darurat untuk tetangganya setelah terbakar kemarin.

GOTONG ROYONG: Sejumlah warga di Dukuh Lencong, Desa Tegaldowo, Gunem, Rembang, kerja bakti membuat rumah darurat untuk tetangganya setelah terbakar kemarin. (KADES TEGALDOWO FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Lima rumah di Dukuh Lencong, Desa Tegaldowo, Gunem, ludes dilalap si jago merah. Pemiliknya Samin dan Jaman mengalami kerugian lebih dari Rp 500 juta. Belum termasuk uang kas perkumpulan ngaji yang kebetulan dibawa korban karena sebagai pengurus.

Musibah ini terjadi pukul 02.45. Tak sampai 30 menit rumah ludes. Sebab, semua rumah itu terbuat dari kayu. Ukuranya besar dan saling bergandengan.

Saat kejadian, semua penghuni sedang terlelap. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, harta benda tidak bisa diselamatkan. Kecuali hanya satu sepeda motor dan sapi milik Samin.

Kundari, kepala Desa Tegaldowo mengatakan, kebakaran yang dialami warganya itu begitu cepat. Tidak sampai setengah jam semua bangunan ludes. Kepanikan sempat dirasakan warga. Sebab, kejadiannya saat dini hari. Saat warga terlelap tidur.

”Kebakaran ini diketahui setelah salah satu keluarga korban ada yang melihat api. Kemudian berteriak minta tolong. Tetangga yang melihat membantu memadamkan api. Api berasal dari ruang tengah. Tapi belum tahu dari rumahnya siapa dulu yang terbakar. Pemicunya kemungkinan dari korsleting listrik,” keteranganya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (5/1).

Dia menuturkn, korban memang mempunyai ternak. Namun, mereka tidak menyalakan bediang. Begitupun obat nyamuk, mereka juga tidak menyalakan. Jadi, penyebab kebakaran memang diduga akibat korsleting listrik.

Kebakaran ini, juga merembet ke musala yang berada di dekat rumah korban. Sebagian atap musala itu ikut terbakar. Termasuk satu rumah tetangga ada yang sebagian atapnya juga terbakar.

Dia menambahkan, adanya kejadian ini, dia menghubungi kapolsek, danramil, camat, hingga pihak Semen Gresik. Tujuannya meminta bantuan armada pemadam kebakaran (damkar). Namun, karena rumah terbuat dari kayu, rumah tidak bisa diselamatkan. Apalagi di sekitar juga susah mencari air. ”Akhirya rumah kami dorong agar tidak menjalar,” katanya.

Dia menjelaskan, dari kejadian ini, korban ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 550 juta. Harga benda yang dilalap si jago merah, selain bangunan rumah, juga perhiasan dan uang tunai.

Selain itu, juga ada uang kas perkumpulan pengajian bapak-bapak. Sebab, korban Jaman menjadi pengurus dan membawa uang kas itu. Tapi jumlahnya belum tahu. ”Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujarnya.

Dia menerangkan, saat ini korban beserta keluarga untuk sementara tinggal di rumah saudara. ”Saat ini kedua korban masih syok. Belum bisa dimintai keterangan,” ungkapnya.

Pasca kejadian, warga sekitar gotong royong memperbaiki rumah korban. Termasuk ada tetangga yang menyumbang kayu dan genting. 

(ks/noe/lin/top/JPR)

 TOP