alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Kumuh, Sampah Bau Busuk di Pasar Pamotan Meluber ke Jalan

05 Januari 2021, 16: 49: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

AKTIFITAS NORMAL: Seorang warga melewati tumpukan sampah di sudut Pasar Pamotan kemarin.

AKTIFITAS NORMAL: Seorang warga melewati tumpukan sampah di sudut Pasar Pamotan kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Tumpukan sampah di Pasar Pamotan membuat kumuh lingkungan. Saking banyaknya, sampah sampai meluber ke pinggir jalan dan berbau.

Tumpukan sampah itu berada sekitar 100 meter jika dari akses masuk sebelah Kantor Kecamatan Pamotan. Lokasinya berada di pojok. Tempat pembuangan sampah berukuran sekitar 7x5 meter itu tak kuasa menampung tumpukan plastik sisa hingga buah nangka itu. Sampai meluber.

Area itu berada di persimpangan yang sering dilewati warga. Di sekitarnya ada warung, tempat potong rambut, pedagang, hingga bus yang sedang mangkal.

Bagi Atik salah satu pedagang, penampakan yang demikian sudah biasa bagi dia yang sudah sekitar 12 tahun mencari rezeki di Pasar Pamotan. Beberapa kali ia sudah memberikan masukan kepada pegawai pasar terkait bau yang ditimbulkan. “Seharusnya kan tak sampai begini. Kalau di pasar lain kan bersih,” katanya.

Dari informasi yang Atik dapat, sampah itu katanya tak hanya dari pasar. Tetapi juga bercampur dari sampah warga. Biasanya juga sudah ada petugas yang membersihkan. Sampai sekitar pukul 10.40 kemarin aktifitas di pasar masih riuh. Tumpukan sampah itu juga masih tergeletak. Tak lama kemudian, baru datang truk hijau pengangkut sampah. Ada sekitar lima orang yang bergabung di dalamnya.

Pengambilan sampah di Pamotan ini dijadwalkan tiga kali dalam sepekan. Setiap hari volumenya tidak pasti. Sehingga, kata UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang Jatmiko, apabila terjadi lonjakan volume sampah diharapkan pihak pasar bisa langsung konfirmasi. Ia janji, akan mengambil meskipun diluar jadwal.

“Kalau tidak konfirmasi kami tidak tahu. Setiap sepekan tiga kali itu jadwal saya,” ujarnya. Truk hijau tadi bergerak menghampiri tempat sampah. Mengambil posisi menyerong membelakangi tempat itu. Para petugas pun turun. Satu petugas membuka tuas pengunci pintu bak belakang truk.

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP