alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Inspirasi
icon featured
Inspirasi

Berbagi Ilmu di Perbatasan

04 Januari 2021, 10: 23: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

Nurul Faizah

Nurul Faizah (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

BERBAGI keceriaan bisa dilakukan di manapun tempatnya. Termasuk di perbatasan Kabupaten Rembang-Blora. Hal ini pernah dirasakan Nurul Faizah. Saat itu, dirinya sebagai relawan dalam program Rembang Education Camp (REC). Lokasinya di Desa Ngotoko, Kecamatan Bulu, Rembang.

Faizah masih mengenang jelas kegiatan ini. Dilakukan Sabtu sampai Minggu (28-29/11/2020). Bersama teman-teman Ikatan Mbak Mas Rembang (IMMR). Dirinya masuk edisi yang keempat.

”Saya jadi relawan di bidang pendidikan. Kebetulan lokasinya di Desa Ngotoko, Kecamatan Bulu,” kata perempuan yang kelahiran Rembang, 17 Februari 1999 ini.

     Desa yang dipilih merupakan perbatasan. Lokasainya jauh dari kota. Aksesnya masih susah. Sebab harus melalui hutan.

Saat datang ke lokasi jalan rusak dan waktu hujan. Masih dijumpai beberapa tanah liat yang masih lembek. Sehingga butuh ektra hati-hati di jalan. Ditambah lagi dilokasi tanpa sinyal.

”Kami harus benar-benar tanpa menggunakan smartphone. Karena tanpa sinyal sama sekali. Beruntung ada satu warga yang memiliki toko dan menyediakan jaringan wifi. Jadi kalau anak-anak mau pelajaran daring atau online harus pakai voucher,” pengakuanya.

Banyak program yang dijalankan. Di desa itu, dia memberikan perlengkapan sekolah, sembako, mainan anak-anak, makanan ringan, dan sebagainya. Termasuk mengajar lewat game dan mengajak senam bareng.

Program tersebut berjalan saat pandemi. Moment ini sekaligus digunakan memberikan panduan penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada warga. Untuk tetap menggunakan masker dan cuci tangan.

Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi mahasiswi semester V, Jurusan bahasa Inggris, PGRI Semarang, ini.

”Kebetulan saya di Semarang ngajar MI. Berhubung kuliahnya online, di rumah mengisi kesibukan dengan menjadi relawan. Dengan berbagi ilmu kepada anak-anak di daerah perbatasan,” imbuhnya.

(ks/noe/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya