alexametrics
Rabu, 20 Jan 2021
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Bermula dari Penasaran, Papan Kok Dibolak-balik

03 Januari 2021, 14: 26: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

MELUNCUR: Muhammad Uud terbang setelah melalui trek perosotan di komplek Stadion Joyokusumo.

MELUNCUR: Muhammad Uud terbang setelah melalui trek perosotan di komplek Stadion Joyokusumo. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Papan kok bisa dibolak-balik. Dari situlah rasa penasaran Muhammad Uud muncul. Ia pun mencoba bermain skateboard. Karena bagi Uud, ada yang kurang kalau belum bermain papan beroda itu. Lama-lama jadi kecanduan.

Uud mulai bergabung dengan Ikatan Skateboard Pati (ISP) seja 2013. Dia latihan hampir setiap hari pukul 16.00. Tepatnya di lapangan basket Stadion Joyokusumo Pati. Lapangan itu, berada di sebelah barat stadion. Terdapat dua lapangan basket di sana. Anggota ISP sering bermain di salah satu lapangan basket itu.

”Awalnya penasaran. Lama – lama merasa kalau, belum main kayak ada yang kurang. Mungkin semacam candu, Mas,” kata Uud sambil memegang papan skateboard-nya.

JUMPING: Uud melewati rintangan papan yang melintang saat latihan.

JUMPING: Uud melewati rintangan papan yang melintang saat latihan. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Kamis (31/12) sore beberapa orang bermain skateboard di lapangan basket yang paling utara. Mereka bermain dengan menggunakan sejumlah alat freestyle. Mereka juga memainkan sejumlah trik. Salah satunya, skateboard melintasi kursi besi sepanjang tiga meter.

”Sekarang kerja jadinya mainnya sore. Di samping itu, lumayan banyak yang bermain. Biasanya, weekend sekitar 20 orang. Sedangkan hari biasa 10 orang. Soalnya pada sibuk kerja,” katanya.

Di ISP sendiri anggotanya sekitar 50. Saat ini berkurang karena pada kerja di luar kota. Tersisa sekitar 20. ”Cari generasi penerus susah, Mas. Paling ada yang gabung. Tapi cuma sebentar. Mungkin bosan dan bukan passion-nya,” imbuhnya.

STANDING: Satu sisi papan skateboard terangkat saat Uud memperagakan trik.

STANDING: Satu sisi papan skateboard terangkat saat Uud memperagakan trik. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Berbagai kompetisi pernah diikuti ISP. Bahkan sempat meraih juara di bebrapa event. Mulai tingkat eks-Karesidenan Pati hingga Semarang. Hanya komunitas yang mengadakan. Karena tidak ada pemkab yang menaungi. Sempat ke KONI, namun belum membuahkan hasil,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, kompetisi di Semarang dilaksanakan bulan lalu. Di semrang yang mengadakan kafe. Kafe itu membuat kompetisi dan menggandeng komunitas di Semarang. Pihaknya juga ikut memeriahkan kompetisi tersebut.

”Sayangnya, fasilitas di Pati belum ada. Untuk perlengkapan, anak-anak rela iuran. Perlengkapannya semacam lintasan untuk freestyle. Sudah berkali-kali pindah tempat. Mulai dari halaman GOR, halaman Stadion Joyokusumo, hingga akhirnya di lapangan basket. Kadang tersingkirkan kalau ada anak basket menggunakan lapangannya,” kata Uud. (adr)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya